Dokumen Baru Ungkap Dugaan Perdagangan Anak Turki dalam Kasus Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein.-Foto: NPR.-
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Kejaksaan di Turki membuka kembali berkas lama tentang Jeffrey Epstein. Fokusnya dugaan perdagangan manusia yang diduga melibatkan anak-anak asal Turki. Penyelidikan itu kini memasuki tahap pemeriksaan jutaan dokumen baru.
Kantor Kejaksaan Umum di Ankara memulai langkah ini sejak Desember lalu. Pemicu utamanya rujukan dalam perkara perdata Epstein pada 2008 yang disorot seorang anggota parlemen dari Partai Iyi.
Dalam berkas perkara tersebut, Epstein dituduh mengangkut gadis-gadis di bawah umur dari Turki, Republik Ceko, kawasan Asia, dan sejumlah negara lain. Banyak di antara mereka disebut tidak berbahasa Inggris.
Sumber di lingkungan kejaksaan menyebut sekitar tiga juta dokumen kini tengah ditelaah. Dokumen itu dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Jumat lalu. Tujuannya mencari bukti tambahan yang dapat menguatkan penyelidikan.
Tekanan politik di dalam negeri ikut menguat. Sejumlah politisi mendorong pemeriksaan yang lebih luas, termasuk di tingkat parlemen. Mereka menilai skala dugaan kejahatan ini menuntut respons negara yang lebih serius.
BACA JUGA:Sempat Rujuk dan Janji Manut Suami, Inara Rusli Pasrah Bakal Ditinggal Insanul Fahmi
Pada Selasa, juru bicara Partai Iyi menyerukan pembentukan penyelidikan parlemen. Seruan itu menyoroti kemungkinan keterlibatan perdagangan manusia oleh Epstein, yang ditemukan meninggal pada 2019 dalam sel penjara saat menunggu persidangan.
“Kami mengusulkan pembentukan komisi parlemen secara mendesak untuk menyelidiki apakah ada anak-anak Turki yang menjadi korban dalam kasus Epstein, dan jika ada, nasib, rehabilitasi, dan perlindungan mereka jika mereka masih hidup dan dapat diakses,” kata Bugra Kavuncu dari markas partai.
“Masalah-masalah seperti ini adalah masalah kemanusiaan di atas semua perhitungan politik.”
Dorongan serupa datang dari kubu lain di parlemen. Dogan Bekin, anggota parlemen dari partai sayap kanan Yeniden Refah, mengajukan pertanyaan resmi kepada pemerintah.
Bekin menanyakan langkah kementerian dalam negeri serta kementerian keluarga dan layanan sosial. Ia ingin tahu apakah ada anak-anak yang pernah “menjadi korban geng kriminal Epstein” dan apakah telah dilakukan inspeksi di sekolah serta panti asuhan untuk mengidentifikasi korban.
BACA JUGA:Baru 10 di Malaysia, Warga Gunungkidul Meninggal Tanpa Kronologi Jelas
Ia juga mengutip data Institut Statistik Turki. Menurut data itu, sepanjang 2008 hingga 2016 tercatat 104.531 laporan anak hilang di Turki. Mayoritas di antaranya adalah anak perempuan.
"Dokumen-dokumen [Epstein] yang terungkap dan tuduhan-tuduhan yang diajukan dengan jelas menunjukkan perlunya pemeriksaan yang cermat dalam hal investigasi lokal dan internasional," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News