Viral soal Denada dan Ressa, Irfan Hakim Sebut Ada Fakta yang Tak Bisa Dibuka

Viral soal Denada dan Ressa, Irfan Hakim Sebut Ada Fakta yang Tak Bisa Dibuka

Irfan Hakim soal polemik Denada dan Ressa.--Foto: Istimewa.

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Publik tengah menyorot hubungan yang merenggang antara Denada dan putranya, Ressa. Di tengah riuh perdebatan itu, nama Irfan Hakim justru ikut terseret. Ia diserang warganet karena dinilai tidak berempati dan dianggap membenarkan relasi ibu dan anak yang bermasalah.

Irfan akhirnya angkat bicara setelah gelombang kritik kian meluas. Ia mengaku heran karena tiba-tiba menjadi sasaran kemarahan publik, padahal menurutnya persoalan tersebut berangkat dari kesalahpahaman.

Ia menjelaskan bahwa tudingan terhadap dirinya bermula dari potongan pernyataannya dalam sebuah wawancara bersama Hotman Paris. Potongan itu kemudian beredar luas di media sosial tanpa konteks utuh. Akibatnya, publik menilai Irfan menyudutkan Ressa setelah sang anak mengungkap kisahnya di podcast Denny Sumargo.

Padahal, wawancara Irfan dengan Hotman dilakukan pada 20 Januari, beberapa hari sebelum podcast tersebut viral. Saat itu, Irfan mengajukan pertanyaan umum terkait posisi hukum seorang anak dalam keluarga. Pertanyaan itu muncul karena isu yang berkembang kala itu masih simpang siur dan belum ada pernyataan terbuka dari pihak terkait.

Dalam perbincangan tersebut, Hotman menjelaskan soal tanggung jawab orang tua berdasarkan status hukum anak. Ia menyebut, jika anak lahir dari pernikahan resmi maka tanggung jawab berada pada ayah. Namun jika lahir di luar pernikahan, maka tanggung jawab berada pada ibu.

BACA JUGA:Inara Rusli Adukan Virgoun ke Komnas PA, Sengketa Anak Kian Rumit

Penjelasan itu kemudian dipotong dan ditafsirkan seolah-olah Irfan sedang menilai kasus Denada dan Ressa secara sepihak. Padahal, menurut Irfan, pertanyaan itu murni untuk meluruskan pemahaman publik yang saat itu berkembang liar.

Irfan juga mengungkap bahwa dirinya mengetahui versi cerita lain dari pihak Denada. Informasi itu ia terima secara pribadi dan tidak untuk konsumsi publik. Karena itu, ia memilih menahan diri dan tidak membeberkannya ke ruang publik.

"Gue sudah melihat pengakuan di podcast itu, tapi gue juga menerima cerita dari pihak Denada yang belum bisa disebarluaskan. Saya tidak berpihak kepada siapa pun karena menurut saya, baik Denada maupun Ressa memiliki hak yang sama untuk bersuara," kata Irfan.

Ia menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan ranah pribadi dan hanya bisa disampaikan langsung oleh Denada jika waktunya dianggap tepat. Ia pun membantah anggapan bahwa Denada lepas tangan terhadap anaknya.

Menurut Irfan, berdasarkan informasi yang ia terima, Denada tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai ibu. Hal itu juga ditegaskan oleh kuasa hukum Denada dalam sebuah video yang kemudian diunggah ulang oleh Irfan.

BACA JUGA:Misteri Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

"Mbak Denada itu bukan tidak mengakui Ressa sebagai anak. Ressa ini bukan sekadar diakui, bahkan ia dibiayai, difasilitasi, dan disekolahkan," ujar pengacara tersebut.

Kesalahpahaman yang berlarut-larut ini membuat Irfan terpukul. Ia mengaku serangan warganet tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga keluarganya. Menurutnya, hal itu sudah melewati batas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait