Inara Rusli Sebut Perkawinannya dengan Insanul Fahmi Tak Wajib Ada Wali, Ustaz Khalid Basalamah: 'Keliru'
Inara Rusli dan Insanul Fahmi-@lambeh_turah-Instagram
JAKARTA, PostingNews.id - Pernikahan siri yang dijalani Inara Rusli dan Insanul Fahmi pada 07 Agustus 2025 memantik polemik berkepanjangan. Kontroversi itu muncul setelah Inara mengetahui bahwa Insan telah memiliki istri sah bernama Wadatina Mawa, fakta yang baru diungkap beberapa hari setelah akad siri berlangsung.
Pernikahan tersebut disebut dilakukan sebagai langkah sementara sambil menunggu rencana pernikahan resmi yang dijadwalkan pada 2026. Inara mengaku saat itu meyakini hubungan mereka sudah sah karena menurut pemahamannya rukun nikah telah terpenuhi. Keyakinan itu pula yang membuatnya tidak mempertanyakan absennya wali dalam prosesi akad.
Dalam perbincangan di kanal Youtube Denny Sumargo, Inara menjelaskan bahwa keputusannya didasarkan pada statusnya sebagai janda dengan tiga anak. Ia merasa posisinya berbeda dibanding perempuan yang menikah untuk pertama kali sehingga tidak perlu menjalani proses pernikahan secara lengkap dan meriah.
“Karena posisinya aku udah pernah nikah kan, aku bukan anak gadis kayak pernikahan pertama yang harus diramaikan, harus ada wali,” ujarnya.
Berangkat dari pemahaman itu, Inara meyakini bahwa sebagai seorang janda, dirinya tidak diwajibkan menggunakan wali nikah maupun menggelar walimah besar. Ia menganggap hal tersebut sebagai konsekuensi dari statusnya yang pernah menikah sebelumnya.
BACA JUGA:Modus Adly Fairuz Menyamar Jadi Perwira Tinggi Polri, Raup Rp3,65 Miliar dari Korban
“Aku ini kan seorang janda, seorang janda gak wajib ada wali, dan gak wajib juga bikin walimah besar seakan pernikahan pertama,” katanya.
Dengan keyakinan tersebut, Inara merasa pernikahannya dengan Insan tidak memiliki persoalan hukum agama. Ia menyebut akad telah dilakukan dan memenuhi rukun yang ia pahami. Namun pandangan itu berubah ketika Insan akhirnya mengakui status pernikahan yang disembunyikan darinya.
“Beberapa hari setelah kami nikah… baru dia cerita, ‘aku sebenarnya udah ada istri’,” ungkap Inara.
Pengakuan itu membuat pernikahan siri tersebut dipertanyakan keabsahannya, sekaligus membuka perdebatan publik mengenai pemahaman wali nikah, khususnya bagi perempuan berstatus janda. Di tengah polemik tersebut, ceramah Khalid Basalamah kembali menjadi sorotan dan viral di media sosial.
Ceramah Ustaz Khalid Basalamah
Dalam ceramah lawas Ustaz Khalid Basalamah, ditegaskan bahwa anggapan janda boleh menikah tanpa wali merupakan kekeliruan yang kerap beredar di masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kewajiban wali berlaku bagi seluruh perempuan tanpa memandang status perawan atau janda.
BACA JUGA:Inara Rusli Akui Tuduhan Mantan Mertua, Pernah Pukul Anak
“Termasuk hati-hati ibu-ibu sekalian, saya dengar ini sering disebar di masyarakat kita. Janda juga tetap butuh wali.”
Ia menjelaskan bahwa memang terdapat pendapat yang membolehkan janda menikahkan dirinya sendiri, namun pandangan tersebut dinilai lemah dan tidak menjadi pegangan mayoritas ulama. Menurutnya, pendapat yang paling kuat dalam fikih justru mewajibkan wali bagi perempuan, baik gadis maupun janda.
Ustaz Khalid menekankan bahwa keberadaan wali bukan sekadar formalitas administratif, melainkan berfungsi sebagai pelindung dan pembela kepentingan perempuan dalam pernikahan. Dengan adanya wali, posisi perempuan menjadi lebih kuat dan dihormati oleh pihak laki-laki.
Ia juga mengingatkan bahwa menikah tanpa wali bukan hanya persoalan prosedural, tetapi menyangkut sah atau tidaknya pernikahan itu sendiri menurut syariat.
“Jadi jangan terbawa arus "kebodohan" di sini, menikah tanpa wali. Dan ini membatalkan pernikahan kata Nabi SAW. Wanita manapun yang coba-coba nikahkan dirinya tanpa izin walinya, nikahnya batal, batal, batal, tiga kali kata Nabi,” jelasnya.
Pandangan tersebut kembali menguatkan perdebatan publik terkait pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi. Polemik ini tidak hanya menyoroti persoalan kejujuran dalam pernikahan, tetapi juga membuka diskusi lebih luas mengenai pemahaman hukum agama yang kerap disederhanakan dan disalahartikan di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News