ADI menyebut laporan tersebut membahas era baru uji klinis demensia, termasuk peluang dan tantangan pengembangan terapi.
Organisasi tersebut juga mencatat adanya 158 obat dalam 192 uji klinis yang berada dalam pipeline penelitian.
Namun, keberadaan kandidat terapi dalam penelitian tidak berarti semuanya sudah tersedia untuk pasien.
BACA JUGA:Suka Takut Berlebih akan Kesehatan Tubuh? Jangan Salah, Mungkin Kamu Terkena Gangguan Mental Ini!
Efektivitas, keamanan, indikasi, serta persetujuan penggunaannya tetap harus melalui proses penelitian dan regulasi.
Karena itu, diagnosis dini penting bukan sekadar karena adanya harapan terhadap obat baru.
Diagnosis dapat membantu seseorang dan keluarga memahami kondisi serta mendiskusikan pilihan perawatan bersama tenaga kesehatan.
Bagaimana Pemeriksaan Demensia Dilakukan?
Pemeriksaan demensia tidak hanya mengandalkan satu pertanyaan atau satu jenis tes saja.
Dokter biasanya perlu memahami perubahan gejala, riwayat kesehatan, kemampuan aktivitas harian, serta kondisi lain yang berkaitan.
Kemajuan biomarker juga membuka peluang baru dalam proses identifikasi perubahan biologis terkait Alzheimer.
Namun, pemeriksaan dan interpretasi hasil tetap membutuhkan tenaga kesehatan dengan kompetensi yang sesuai.
Karena itu, Sob sebaiknya tidak membeli atau melakukan pemeriksaan tertentu secara mandiri berdasarkan informasi dari media sosial.
Hasil pemeriksaan harus dibaca bersama kondisi klinis dan informasi kesehatan seseorang secara menyeluruh.
Apa yang Bisa Dilakukan Keluarga Ketika Mulai Khawatir?
Langkah pertama bukan langsung memberikan label kepada orang yang mengalami perubahan ingatan atau perilaku.
Cobalah membicarakan perubahan tersebut dengan cara tenang, terbuka, dan tetap menghargai perasaannya.