ADI menempatkan penghapusan stigma dan peningkatan kesadaran sebagai bagian penting kampanye World Alzheimer’s Month.
BACA JUGA:4 Manfaat Daging Kerbau untuk Kesehatan Tubuh, Tinggi Protein Minim Lemak!
Tema 2026 secara khusus menyoroti pentingnya diagnosis tepat waktu untuk membuka akses terhadap perawatan serta dukungan.
Karena itu, Postingers tidak perlu menggunakan istilah yang merendahkan ketika membicarakan seseorang dengan demensia.
Pendekatan yang menghargai martabat dan melibatkan orang tersebut dalam keputusan tetap menjadi bagian penting perawatan.
Apakah Risiko Demensia Bisa Dikurangi?
Tidak semua kasus demensia dapat dicegah, tetapi sejumlah faktor risiko dapat dimodifikasi sepanjang kehidupan.
WHO pada Juli 2026 menerbitkan pembaruan pedoman mengenai pengurangan risiko penurunan kognitif dan demensia.
WHO memperkirakan hingga 45 persen risiko demensia berkaitan dengan faktor yang dapat dimodifikasi.
Faktor tersebut mencakup aktivitas fisik, penggunaan tembakau, alkohol, isolasi sosial, hipertensi, diabetes, dan paparan polusi udara.
Artinya, menjaga kesehatan otak bukan hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami gangguan ingatan.
Kebiasaan hidup sehat dan pengelolaan kondisi kesehatan tertentu menjadi bagian penting sepanjang perjalanan kehidupan.
Namun, pengurangan risiko bukan berarti seseorang pasti terbebas dari demensia setelah menjalani gaya hidup sehat.
Faktor usia, genetik, lingkungan, serta kondisi medis lainnya juga dapat berperan terhadap risiko seseorang.
Apa Hubungan Diagnosis Dini dengan Pengobatan?
Perkembangan penelitian Alzheimer membuat pembahasan diagnosis dini semakin relevan dalam beberapa tahun terakhir.
ADI bahkan menjadikan kemajuan uji klinis sebagai fokus World Alzheimer Report 2026 yang diluncurkan pada 21 September.