Setelah ada konten yang mendapatkan respons organik paling bagus, konten tersebut bisa didorong menggunakan fitur boost atau iklan berbayar.
“Misalnya dengan cara membuat video TikTok atau Instagram/Facebook Reels gratis. Lalu, pasang iklan (boost) pada video yang mendapat respons organik terbaik,” ujar Edgar.
Jangan lupa manfaatkan kanal komunikasi gratis seperti grup WhatsApp maupun aplikasi broadcast untuk membagikan konten promosi dan menyebarkan informasi secara berantai.
BACA JUGA:Gen Z Haus Praktik Nyata! Riset FedEx dan JA Bongkar Kesiapan Karier Anak Muda Hadapi Era AI
3. Jangan Lupa Promosi Offline
Walaupun fokus pada e-commerce dan digital marketing, promosi secara offline tetap bisa dimanfaatkan.
Siapkan sekitar Rp2 juta untuk membuat alat peraga sederhana seperti banner berukuran kecil atau stiker.
Penempatannya pun tidak perlu sembarangan. Pilih lokasi yang menjadi titik berkumpul atau sering dilewati masyarakat, seperti warung kopi, pos ronda, pasar hingga ruas jalan yang ramai.
Dengan begitu, pesan kampanye tetap bisa menjangkau calon konsumen di sekitar area bisnis tanpa membutuhkan biaya besar.
4. Dekati Komunitas dan Lingkungan Sekitar
Sisa budget sebesar Rp2 juta bisa digunakan untuk membangun interaksi langsung dengan calon konsumen.
Pelaku UKM dapat menggelar pertemuan atau kegiatan bersama komunitas, organisasi masyarakat maupun karang taruna di lingkungan sekitar.
Kerja sama dengan ketua RT, RW atau tokoh pemuda setempat juga bisa menjadi salah satu cara untuk memperluas penyebaran pesan kampanye.
BACA JUGA:Bikin Koruptor Keringat Dingin! DPR Kebut RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026
Selain membantu mengomunikasikan produk, mereka juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai produk atau layanan yang ditawarkan.
Budget tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sederhana, seperti giveaway, biaya transportasi peserta atau konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Dengan pembagian seperti ini, budget campaign Rp10 juta sebenarnya masih cukup untuk menjalankan promosi secara terarah.
Kuncinya adalah jangan menghabiskan seluruh dana hanya untuk satu kanal. Kombinasikan konten, iklan digital, promosi offline dan pendekatan komunitas agar campaign bisa menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya yang tetap terkontrol.