Specialty Indonesia 2026 Dorong Komoditas Lokal Naik Kelas ke Pasar Global

Selasa 11-08-2026,19:36 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

Peluang hilirisasi juga datang dari sektor hortikultura. Produksi buah dan sayuran yang melimpah dapat menjadi bahan baku berbagai produk olahan dengan masa simpan lebih panjang.

Pada 2025, ekspor produk hortikultura Indonesia tercatat mencapai USD544,8 juta. Nanas kaleng menjadi salah satu kontributor utama dengan porsi hampir separuh dari total nilai ekspor tersebut.

Pengolahan komoditas hortikultura dinilai penting karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap penjualan produk segar. Selain memperpanjang masa simpan, proses tersebut memungkinkan pelaku industri menciptakan produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

BACA JUGA:AHSRIC 2026 Tuntas, Ini Daftar Juara Instruktur Safety Riding Honda dari Berbagai Daerah

Produk Susu hingga Hasil Tembakau

Pengembangan industri specialty juga mulai merambah produk olahan susu. Keju dan gelato menjadi contoh produk yang memiliki peluang berkembang seiring pertumbuhan sektor kuliner, bakery, hotel, restoran, dan kafe.

Artinya, industri specialty tidak hanya terbatas pada komoditas yang selama ini dikenal sebagai produk unggulan Indonesia. Perubahan gaya hidup dan pola konsumsi juga menciptakan peluang baru bagi industri untuk menghasilkan produk dengan karakter yang lebih spesifik.

Sementara itu, industri hasil tembakau (IHT) masih menjadi salah satu sektor manufaktur strategis berbasis sumber daya lokal. Indonesia bahkan tercatat sebagai eksportir produk IHT terbesar keenam di dunia.

Berbagai potensi tersebut menunjukkan bahwa kekuatan industri specialty Indonesia bukan sekadar terletak pada ketersediaan bahan baku. Tantangan berikutnya adalah bagaimana bahan baku tersebut diolah menjadi produk yang mempunyai kualitas konsisten, desain menarik, merek kuat, serta mampu memenuhi standar pasar global.

BACA JUGA:Drama Lap Terakhir Mandalika, Irfan Ardiansyah Bawa AHRT Menang di ARRC 2026

Specialty Indonesia Jadi Penghubung ke Pasar

Faisol menilai pengembangan industri specialty membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, mulai dari inovasi, standardisasi, desain, kemasan, hingga strategi branding dan pemasaran.

Pelaku usaha juga perlu memiliki akses lebih luas terhadap calon pembeli dan jaringan distribusi. Dengan begitu, keunggulan produk lokal tidak berhenti pada pameran atau promosi, tetapi dapat berujung pada kerja sama bisnis, transaksi, dan peningkatan ekspor.

“Specialty Indonesia menjadi momentum untuk memperkenalkan kualitas dan keunikan produk Indonesia, sekaligus membuka koneksi antara pelaku industri dengan pasar dan mitra bisnis potensial dari dalam maupun luar negeri,” kata Faisol.

Melalui penguatan hilirisasi dan pemasaran, komoditas lokal diharapkan tidak lagi hanya dikenal sebagai bahan baku. Produk Indonesia ditargetkan mampu hadir sebagai produk specialty dengan identitas kuat dan nilai tambah yang lebih tinggi di pasar internasional.

Kategori :