JAKARTA, PostingNews.id – Fenomena ribuan calon mahasiswa yang batal melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri memunculkan sorotan dari DPR. Salah satu penyebab yang paling banyak disorot adalah besarnya uang kuliah tunggal (UKT) yang dinilai masih menjadi penghalang bagi sebagian calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengatakan pemerintah perlu memperbesar porsi bantuan pendidikan, terutama bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, akses ke perguruan tinggi tidak boleh terhambat hanya karena persoalan biaya.
“Tolong porsi afirmasi bagi calon mahasiswa yang kurang mampu diperbesar agar semuanya bisa tertampung,” ujar Lalu saat ditemui di kompleks DPR, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Meski demikian, Lalu menilai tidak semua perguruan tinggi negeri menerapkan UKT yang tinggi. Ia mencontohkan Universitas Mataram di Nusa Tenggara Barat yang masih menetapkan biaya UKT terendah sebesar Rp500 ribu per semester.
Karena itu, ia mengimbau calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi agar tidak terburu-buru mengundurkan diri sebelum mengetahui besaran UKT yang ditetapkan kampus.
“Saya mengimbau kepada yang sudah dinyatakan lulus di perguruan tinggi negeri agar tetap melakukan daftar ulang terlebih dahulu. Nanti besaran UKT akan diumumkan,” katanya.
BACA JUGA:PDIP Mulai Bersih-bersih Proyek MBG, Kader yang Main Proyek Terancam Kena Sanksi Partai
Selain persoalan biaya kuliah, Lalu menyebut ada berbagai alasan lain yang membuat calon mahasiswa batal mendaftar ulang. Sebagian memilih sekolah kedinasan, sementara yang lain diterima sebagai anggota TNI maupun Polri. Ada pula peserta yang memutuskan pindah karena diterima di perguruan tinggi yang lebih sesuai dengan pilihan utamanya.
“Penyebab lainnya karena diterima di kampus yang bukan pilihan pertama sehingga akhirnya memilih perguruan tinggi lain,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, meluruskan informasi yang menyebut sebanyak 60 ribu calon mahasiswa mengundurkan diri. Menurutnya, angka tersebut merupakan akumulasi dari seluruh jalur penerimaan mahasiswa baru, bukan hanya berasal dari satu jalur seleksi.
Eduart menjelaskan alasan peserta tidak melakukan daftar ulang sangat beragam. Salah satunya karena peserta diterima di program studi pilihan kedua melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sementara mereka memilih mendaftar ke perguruan tinggi swasta atau kelas internasional demi memperoleh program studi yang benar-benar diinginkan.
Kondisi serupa juga terjadi pada peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Ada peserta yang hanya lolos pada pilihan ketiga sehingga memilih tidak melanjutkan proses registrasi.
BACA JUGA:PDIP Mulai Bersih-bersih Proyek MBG, Kader yang Main Proyek Terancam Kena Sanksi Partai
“Apakah mungkin karena dia dinyatakan lulus lalu tidak memiliki biaya?,” ujarnya.
Menurut Eduart, ada pula peserta yang mendaftar melalui jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, tetapi akhirnya tidak memperoleh bantuan tersebut sehingga membatalkan rencana kuliah.