Bestari juga menyayangkan munculnya tudingan bahwa Jokowi sengaja menghina simbol tertentu dengan meletakkan kaki di atas kepala kerbau.
“Saya kira itu bukan kesengajaan, bukan supaya melambangkan sesuatu seperti dituduhkan oleh orang yang mulutnya nyinyir,” ujarnya.
Ia menegaskan posisi kaki Jokowi dalam prosesi tersebut tidak bisa dimaknai sebagai bentuk kesombongan. Menurut Bestari, justru pihak yang menafsirkan negatif tanpa memahami konteks berpotensi mengabaikan bahkan merendahkan nilai-nilai budaya yang dijunjung masyarakat adat Lampung.