Rupiah Nyaris Jebol Rp18.200, Dasco Malah Minta Warga Lepas Dolar Sebelum Terlambat

Kamis 11-06-2026,12:24 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan berat. Setelah sempat menyentuh titik terlemah sepanjang sejarah di level Rp18.201 per dolar Amerika Serikat pada Senin, 8 Juni 2026, rupiah masih bergerak di kisaran Rp17.941 per dolar AS pada Kamis pagi, 11 Juni 2026.

Di tengah kekhawatiran pasar terhadap pelemahan mata uang nasional, Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan Sufmi Dasco Ahmad justru mengeluarkan imbauan yang tak biasa. Politikus Partai Gerindra itu meminta masyarakat yang menyimpan dolar AS segera melepas asetnya.

“Bagi teman-teman sekalian yang saat ini menyimpan dolar karena ingin berharap ada kelebihan sebaiknya dolarnya dilepas,” kata Dasco di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Dasco, masyarakat tak perlu terlalu khawatir karena pemerintah disebut telah menyiapkan langkah khusus untuk memperkuat nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.

“Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar,” ujarnya.

Dasco mengaku memperoleh informasi dari jajaran pemerintah bahwa strategi khusus sedang disiapkan untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan mendorong penguatan rupiah.

BACA JUGA:Kejar Ekonomi 6,5 Persen, Pemerintah Jual Mimpi 8 Persen Lewat Danantara hingga MBG

“Dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang kalau saya sudah dengar dan saya yakini akan membuat nilai tukar rupiah menguat,” tuturnya.

Namun optimisme itu muncul ketika kondisi pasar justru masih menunjukkan tekanan yang cukup besar terhadap rupiah.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pelemahan rupiah hingga awal Juni 2026 masih dipengaruhi berbagai faktor global. Mulai dari meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan internasional hingga tekanan transaksi perjalanan dan transaksi finansial domestik.

Data pemerintah menunjukkan kurs rupiah pada 8 Juni 2026 berada di level Rp18.039 per dolar AS.

BACA JUGA:Dapur MBG Mendadak Membiak, Zulhas Bongkar Jual-Beli Titik hingga SK Dipakai Cari Utangan Bank

Meski demikian, Purbaya menilai posisi rupiah saat ini berpotensi mencerminkan kondisi overshooting atau berada di bawah nilai wajarnya. Pemerintah masih melihat fondasi ekonomi domestik relatif kuat, didukung cadangan devisa yang memadai, inflasi yang terkendali, defisit transaksi berjalan yang masih terjaga, serta kebijakan Bank Indonesia yang berorientasi menjaga stabilitas.

Menurut Purbaya, kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang lebih solid diharapkan mampu memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri sekaligus mengembalikan kepercayaan investor.

Karena itu pemerintah meyakini rupiah berpeluang menguat secara bertahap pada semester kedua tahun ini.

Kategori :