Lagu Mas Bahlil Ganteng Meledak di TikTok, Golkar Ketawa, Netizen Masih Ingat BBM Pernah Langka

Selasa 26-05-2026,09:12 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Di negeri yang apa-apa bisa dijadikan konten, menteri bisa berubah jadi meme, lalu naik level jadi lagu viral. Kali ini giliran Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang namanya dipoles jadi lagu jenaka berjudul Mas Bahlil Ganteng atau disingkat MBG.

Lagu itu beredar luas di TikTok dengan nada mirip lagu anak-anak. Liriknya ringan, terdengar absurd, dan justru itu yang bikin banyak orang ikut memakai suaranya untuk konten. Dari video receh sampai unggahan parodi, lagu tersebut menjelma jadi hiburan baru netizen.

Alih-alih tersinggung, Partai Golkar justru terlihat santai. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan partainya tak mempermasalahkan lagu yang belakangan ramai diputar di media sosial itu.

“Jadi kami santai saja. Apalagi lagunya lucu, menggemaskan dan menghibur. Kalau lagu tersebut bisa membuat senang warga, Golkar juga ikut senang,” kata Sarmuji saat dihubungi, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Sarmuji, lagu viral itu dianggap sebagai bentuk kreativitas publik. Ia bahkan mengaitkannya dengan apresiasi masyarakat terhadap kerja Bahlil dalam menjaga pasokan BBM dan mempertahankan harga BBM subsidi agar tidak naik di tengah gejolak energi global.

BACA JUGA:Jurusan K3 Diserbu Ribuan Pendaftar, Kursinya Cuma 43, Anak Muda RI Makin Rela Bertaruh Demi Gelar dan Gaji

Narasi itu tentu menarik. Sebab sebelum dijadikan lagu lucu, nama Bahlil lebih dulu mondar-mandir dalam meme bernada sindiran. Waktu itu, media sosial ramai mengkritik kelangkaan BBM di SPBU swasta. Meme bertebaran, dan tidak semuanya bernada ramah.

Lagu Mas Bahlil Ganteng sendiri makin meledak setelah kreator konten Sania Leonardo mengunggah video reaksinya di TikTok. Belakangan diketahui lagu tersebut pertama kali dipopulerkan akun @vokaliz_netizen dan diduga dibuat dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau AI, bukan dari komposer musik konvensional.

Fenomena ini seperti memperlihatkan satu hal. Di internet, pujian dan sindiran sering cuma dipisahkan oleh irama musik.

Bahlil sebelumnya pernah mengaku terganggu dengan meme yang menyerang dirinya, terutama jika kritik sudah bergeser ke ranah personal. Ia bercerita bahwa hinaan bukan hal baru dalam hidupnya.

“Kalau ada yang membuat meme, sudahlah saya maafkan. Tidak apa-apa. Sebenarnya kalau mengkritik kebijakan itu tidak masalah. Tapi kalau sudah pribadi, sudah mengarah ke rasis, itu menurut saya tidak bagus,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 24 Oktober 2025.

BACA JUGA:Mobil Listrik Makin Murah Dibikin Masuk Akal, BYD Lempar SUV Baru Rp415 Juta Saat Jalanan Masih Penuh Macet

Ia juga mengingat masa kecilnya yang jauh dari kemewahan. Menurut pengakuannya, sang ibu bekerja sebagai buruh cuci di rumah orang lain, sementara ayahnya buruh bangunan. Karena itu, Bahlil mengaku terbiasa diremehkan sejak kecil.

Namun kini ceritanya berubah. Dari anak buruh yang mengaku akrab dengan hinaan, Bahlil tumbuh jadi menteri, lalu menjadi meme, dan sekarang masuk playlist TikTok.

Politik Indonesia tampaknya memang makin cair. Dulu pejabat diuji lewat sidang dan kritik. Sekarang, kadang diuji lewat FYP.

Kategori :