WNI Diseret Israel, Video Dugaan Penyiksaan Beredar, Pemerintah Indonesia Baru Bisa Bilang Masih Dicek

Jumat 22-05-2026,07:17 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Ada momen-momen ketika negara terlihat gagah bicara soal perlindungan warga. Ada juga momen ketika jawaban paling jujur yang keluar cuma satu, yakni belum tahu.

Itu yang tampak dari nasib sembilan warga negara Indonesia yang ikut misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.2 dan kemudian ditangkap tentara Israel. Sampai sekarang, pemerintah Indonesia belum bisa memastikan kondisi mereka. Apakah sehat, terluka, mendapat akses komunikasi, atau justru mengalami kekerasan seperti yang ramai di video, semuanya masih berkutat di tahap verifikasi.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengatakan informasi terakhir yang diterima pemerintah hanya sebatas lokasi para relawan dibawa setelah ditangkap.

“Informasi yang kami dapatkan terakhir mereka dibawa ke Pelabuhan Ashdod,” kata Heni di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Kalimat itu terdengar administratif. Dingin. Padahal yang dibicarakan bukan barang kiriman tertahan di pelabuhan, melainkan warga negara yang ikut misi kemanusiaan di wilayah konflik.

Pelabuhan Ashdod diketahui menjadi salah satu pintu masuk internasional utama Israel dan kerap dipakai sebagai lokasi pemeriksaan awal terhadap relawan atau aktivis yang ditahan. Setelah proses pemeriksaan, para tahanan biasanya dipindahkan ke Detensi Imigrasi Chatcyo.

BACA JUGA:Arsenal Akhirnya Juara Premier League, Ini Sederet 'Bonus' yang Siap Dibawa Pulang ke London!

Masalahnya, sampai sekarang pemerintah belum bisa memastikan apakah sembilan WNI tersebut benar-benar berada di sana, bagaimana kondisi mereka, atau apakah mereka termasuk orang-orang dalam video dugaan penyiksaan yang beredar luas.

“Kemlu masih terus melakukan verifikasi mengenai posisi, kondisi, dan akses komunikasi terhadap para WNI,” ujar Heni.

Sebelumnya, publik dibuat geger oleh unggahan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada Rabu, 20 Mei 2026. Video yang diunggah memperlihatkan sejumlah relawan yang ditangkap pasukan Israel.

Dalam rekaman itu terdengar seorang perempuan berteriak, “Bebaskan Palestina”, sebelum kepalanya ditarik paksa hingga dipaksa menunduk menyerupai posisi sujud. Rekaman lain menunjukkan Ben-Gvir berkeliling memantau para relawan yang telah diamankan.

Video tersebut memicu dugaan adanya perlakuan kasar terhadap para aktivis kemanusiaan. Namun sampai saat ini, pemerintah Indonesia belum dapat memastikan apakah sembilan WNI yang ikut dalam misi Global Sumud Flotilla berada di antara orang-orang yang terekam.

BACA JUGA:9 WNI Disandera Israel, MUI Sentil Keras Prabowo: BoP Jangan Cuma Jadi Pajangan Diplomasi!

Situasi ini menyisakan pertanyaan yang makin mengganggu. Ketika warga negara sudah berada di tangan aparat asing di wilayah konflik, seberapa cepat negara bisa benar-benar hadir selain menyampaikan bahwa semuanya masih dalam proses pengecekan.

Kategori :