BACA JUGA:Hujan Deras Tak Jadi Masalah, 5 Tips Liburan Ini Bikin Perjalanan Tetap Nyaman dan Berkesan!
6. Gunakan Plafon Tinggi agar Panas Tidak Terjebak
Rumah dengan plafon tinggi biasanya terasa lebih sejuk dibanding plafon rendah.
Hal ini terjadi karena udara panas akan naik ke bagian atas ruangan sehingga area aktivitas penghuni tetap terasa nyaman.
Konsep plafon tinggi juga membantu sirkulasi udara berjalan lebih lancar, terutama jika dipadukan dengan ventilasi besar.
Agar lebih optimal, gunakan kipas angin plafon untuk membantu menyebarkan udara dingin secara merata ke seluruh ruangan.
Cara ini jauh lebih hemat listrik dibanding penggunaan AC terus-menerus.
7. Hindari Interior yang Terlalu Padat
Desain interior juga berpengaruh besar terhadap kenyamanan suhu dalam rumah.
Ruangan yang terlalu penuh furnitur biasanya membuat aliran udara menjadi terhambat sehingga terasa lebih panas dan sesak.
Gunakan konsep interior minimalis dengan furnitur secukupnya agar udara dapat bergerak lebih bebas.
Pilih juga pembatas ruangan atau tangga dengan desain berongga supaya sirkulasi udara tetap lancar.
Selain membuat rumah lebih adem, interior yang tidak terlalu padat juga menciptakan kesan luas dan rapi.
BACA JUGA:Kolesterol Naik Saat Hamil Bisa Normal, Ini Penyebab dan Cara Aman Mengontrolnya
Rumah Adem Tidak Harus Selalu Pakai AC
Banyak orang mengira rumah sejuk hanya bisa didapat dengan bantuan AC. Padahal dengan desain yang tepat, hunian tetap bisa terasa nyaman secara alami.
Mulai dari ventilasi yang baik, penggunaan material yang tepat, hingga kehadiran tanaman hijau dapat membantu menurunkan suhu rumah secara signifikan.
Selain hemat energi, rumah yang memiliki sirkulasi udara baik juga lebih sehat untuk penghuninya.