JAKARTA, PostingNews.id – Mantan Presiden Joko Widodo tampaknya belum benar-benar pensiun dari panggung publik. Baru dinyatakan pulih 99 persen dari kondisi kesehatannya, Jokowi sudah ancang-ancang keliling Indonesia lagi mulai Juni 2026.
Rencana itu diungkap Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik. Katanya, agenda perdana Jokowi kemungkinan besar mengarah ke Nusa Tenggara Timur, meski belum diketok final.
“Belum pasti 100 persen, tapi informasi kuat memang mengarah ke sana,” kata Freddy saat dihubungi pada Kamis, 14 Mei 2026.
Kalau jadi berangkat, Jokowi disebut bakal melihat langsung program budidaya ekosistem laut di wilayah tersebut. Dari informasi yang beredar di lingkar relawan, fokusnya mengarah ke budidaya rumput laut.
“Yang saya dengar budidaya rumput laut,” ujar Freddy.
Menariknya, urusan rumput laut ini ternyata bukan ide dadakan. Sejak masih duduk di kursi presiden, Jokowi memang sudah lama kepincut dengan potensi ekonomi pesisir di NTT. Ia disebut ingin masyarakat setempat menjadikan rumput laut sebagai komoditas andalan.
BACA JUGA:Kecil-Kecil Cabe Rawit, Telur Puyuh Ternyata Punya Khasiat Super untuk Tubuh!
“Beliau ingin mendorong pengembangan ekonomi masyarakat dengan budidaya tersebut,” kata mantan Ketua Umum BARA JP, Utje Gustaaf Patty, dalam pernyataannya pada November 2024 lalu.
Di tengah banyak mantan pejabat memilih menikmati masa pensiun sambil main cucu atau potong pita seminar, Jokowi justru terlihat belum bisa benar-benar jauh dari urusan lapangan. Relawan-relawannya pun masih rutin mondar-mandir ke kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta.
Awal Mei 2026 lalu, sejumlah kelompok relawan seperti Projo dan BARA JP kembali sowan ke rumah Jokowi. Pertemuan itu bukan cuma ajang temu kangen. Ada obrolan serius yang berlangsung cukup lama.
Menurut Freddy, Jokowi bahkan sempat berbicara empat mata dengan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, selama sekitar 20 sampai 30 menit.
BACA JUGA:Film Pesta Babi Lagi-lagi Diganggu, Unpad Bilang karena Lagi Libur
Isi pembicaraannya bukan soal nostalgia Pilpres atau cerita masa lalu di Istana. Yang dibahas justru keberlanjutan program-program Jokowi di pemerintahan sekarang.
Artinya sederhana. Meski sudah bukan presiden, bayang-bayang Jokowi tampaknya masih belum benar-benar pergi dari panggung kekuasaan.