Pasta gigi umum mengandung bahan abrasif atau butiran kasar yang bisa menimbulkan goresan halus pada permukaan gigi palsu.
Jika dibiarkan terus-menerus, permukaan gigi palsu bisa tampak kusam dan lebih mudah ditempeli bakteri.
Gunakan produk pembersih khusus yang memang diformulasikan untuk bahan gigi tiruan agar tampilannya tetap bersih dan tahan lama.
BACA JUGA:Sikat Gigi Saja Belum Cukup! Ini Alasan Kenapa Lidahmu Wajib 'Dikerok' Tiap Pagi..
4. Hindari Makanan yang Terlalu Keras dan Lengket
Pemilihan makanan juga berpengaruh terhadap daya tahan gigi palsu, sob.
Makanan keras seperti es batu, kacang keras, atau tulang bisa memberikan tekanan besar yang memicu retak maupun patah.
Selain itu, minuman yang terlalu panas juga sebaiknya dihindari karena berisiko mengubah bentuk material gigi palsu.
Permen karet dan makanan lengket juga tidak disarankan karena dapat membuat gigi palsu mudah bergeser atau bahkan terlepas saat digunakan.
5. Gusi dan Mulut Tetap Harus Dibersihkan
Walaupun menggunakan gigi palsu, kebersihan mulut tetap wajib dijaga setiap hari.
Area gusi, lidah, langit-langit mulut, hingga sisa gigi asli tetap harus dibersihkan secara rutin agar bakteri tidak berkembang.
Sikat area mulut minimal dua kali sehari menggunakan sikat berbulu lembut.
Langkah ini membantu mengurangi bau mulut, membersihkan sisa perekat gigi palsu, serta menjaga kesehatan jaringan gusi agar tidak mudah iritasi.
BACA JUGA:Abses Gigi Itu Nyeri Banget, Ini Fakta Penting yang Wajib Kamu Tahu!
6. Rutin Periksa ke Dokter Gigi
Pemeriksaan rutin ke dokter gigi tetap penting meski sudah memakai gigi palsu.
Idealnya, kontrol dilakukan minimal dua kali dalam setahun untuk memastikan kondisi gigi palsu masih layak digunakan dan tidak menyebabkan gangguan pada mulut.