“Kami menyayangkan penyebutan media-media dalam konferensi pers yang menimbulkan kesalahpahaman bahwa media-media tersebut telah menjadi mitra Bakom,” tulis Komite INMF dalam pernyataan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.
INMF juga membantah adanya komitmen khusus dengan pemerintah. Pertemuan bersama Bakom disebut hanya ruang dialog biasa untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan media digital.
“Di mana kami lakukan juga ke antar ekosistem media massa, akademisi, figur publik, dan komunitas,” ujar INMF.
BACA JUGA:Bakom Bantah Gandeng Homeless Media, INMF Malah Bilang Nama Mereka Dicatut
Komite INMF menegaskan independensi merupakan modal utama media baru. Mereka menyebut kepercayaan publik akan hilang jika media dianggap sekadar perpanjangan tangan kekuasaan.
“Karena itu, INMF berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem media yang berpihak pada kepentingan publik, menjunjung transparansi, serta menjaga ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” tulis Komite INMF.
Polemik ini bermula ketika Muhammad Qodari dalam konferensi pers pada Rabu, 6 Mei 2026, menyebut pemerintah mulai merangkul homeless media yang tergabung dalam INMF sebagai mitra untuk memperluas komunikasi publik pemerintah di luar media konvensional.