“Kami diberi informasi oleh Kepala Bakom ingin berkenalan dan mengetahui apa itu homeless media karena bersifat baru,” kata Timothy saat dikonfirmasi Kamis, 7 Mei 2026.
BACA JUGA:Fakta Investigasi Kemenkes, Dokter Magang di Jambi Tetap Jaga Meski Sakit dan Tak Pernah Libur
INMF mengklaim tidak ada pembicaraan soal arah editorial, koordinasi media, ataupun kerja sama formal dengan pemerintah. Mereka menyebut diskusi hanya membahas fenomena pertumbuhan homeless media serta pola produksi informasi di media digital.
Yang membuat polemik makin panjang, INMF juga membantah daftar media yang diumumkan Bakom merupakan daftar anggota resmi mereka. Sebab hingga kini komunitas tersebut disebut belum membuka keanggotaan formal karena masih dalam tahap pembentukan.
Timothy bahkan mengaku heran karena daftar nama media itu tiba-tiba diumumkan ke publik.
“Itu list-nya juga tidak pernah diberikan oleh INMF ke Bakom,” kata Timothy.