Arab Saudi Buka Ibadah Haji 1443 Hijriah, Kuota 1 Juta Jamaah, Begini Ketentuannya

Senin 11-04-2022,02:10 WIB
Reporter : Nezar
Editor : Nezar


Arab Saudi mengumumkan secara resmi terkait penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 dengan total jamaah mencapai 1 juta orang.||Ilustrasi by haji.Kemenag.go.id

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Arab Saudi mengumumkan secara resmi terkait penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 dengan total jamaah mencapai 1 juta orang. 

Pengumuman tersebut diterbitkan melalui surat Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi dalam surat pengumumannya menyebutkan, bahwa haji tahun ini akan dilakukan dengan ketentuan:

- Haji tahun ini terbuka untuk mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan telah menerima vaksinasi Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan Saudi.

- Jamaah yang berasal dari luar Kerajaan wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif Covid-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

BACA JUGA:Gelar Mudik Gratis, Kemenhub Siapkan 350 Unit Bus, Buruan Daftar

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan rasa syukur atas adanya kepastian keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun ini.

"Syukur alhamdulillah, jemaah haji Indonesia bisa berangkat tahun ini. Ini kabar yang sangat ditunggu jamaah haji di tanah air,” kata Yaqut, dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu 10 April 2022 

Yaqut mengatakan, batalnya pemberangkatan jemaah haji Indonesia dalam dua tahun terakhir telah menyebabkan kerinduan mendalam jamaah Indonesia untuk ke Tanah Suci.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kerajaan Saudi yang memberi kesempatan tahun ini bagi jamaah Indonesia untuk memenuhi panggilan beribadah haji," ujarnya.

BACA JUGA:Kartu Prakerja Gelombang 26 Resmi Dibuka, Yuk Buruan Daftar!

Yaqut menegaskan, bahwa berapapun kuota yang diberikan, Indonesia siap menyelenggarakan haji. 

Sebab, persiapan dengan berbagai skenario pemberangkatan telah dilakukan selama ini.

“Kita akan optimalkan berapapun kuota nanti yang diberikan untuk Indonesia. Bahkan, kalau bisa kita akan upayakan agar Indonesia bisa mendapat tambahan, misalnya dari kuota negara lain yang tidak terserap,” tegasnya.

Kategori :