Sekolah Mau Direvitalisasi Besar-besaran, Rp14 Triliun bakal Digelontorin

Kamis 07-05-2026,10:03 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id – Pemerintah lagi semangat bicara masa depan pendidikan. Angkanya pun nggak tanggung-tanggung. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menargetkan program revitalisasi sekolah menyentuh 71.744 satuan pendidikan pada 2026 dengan anggaran mencapai Rp14 triliun.

Kalau dihitung pakai logika rakyat biasa, duit segitu bukan recehan. Nilainya setara USD823 juta lebih atau sekitar Rp14 triliun. Tapi seperti biasa, pertanyaan klasik langsung muncul. Ini bakal benar-benar jadi ruang kelas layak, atau cuma proyek tahunan yang sibuk di spanduk dan laporan?

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bilang angka besar itu datang langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto. Targetnya bukan main-main, pemerataan kualitas pendidikan dipercepat lewat perbaikan sekolah secara masif.

“Direncanakan ada penambahan sasaran sekitar 60.000 satuan pendidikan. Bapak Presiden beberapa kali menyampaikan itu, sehingga pada tahun 2026 program revitalisasi dapat menyasar 71.744 satuan pendidikan,” kata Mu’ti dalam keterangan resmi pemerintah, Kamis, 7 Mei 2026.

Programnya sendiri ternyata sudah mulai jalan. Pemerintah mengklaim ribuan kerja sama dengan sekolah sudah diteken dan bantuan mulai dicairkan. Total dana yang sudah bergerak sejauh ini mencapai Rp2,6 triliun.

BACA JUGA:Buktikan Masih Raja K-Pop, BIGBANG Siap Gelar World Tour dan Rilis Album Baru di Momen 20 Tahun Debut!

“Sekarang ini kami sudah mulai melaksanakan dalam tahun 2026 itu telah diselesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan serta penyaluran ke 3.408 satuan pendidikan,” ujar Mu’ti.

Tapi pemerintah tampaknya sadar, memperbaiki sekolah di Indonesia itu bukan sekadar cat ulang tembok dan ganti keramik retak. Banyak sekolah bahkan ambruk gara-gara bencana, terutama di Sumatera dan sejumlah wilayah lain.

Karena itu, sekolah rusak akibat bencana dijadikan prioritas utama revitalisasi tahun depan.

“Pada tahun 2026 revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang rusak sebagai dampak dari bencana. Sekolah-sekolah yang terdampak dari bencana alam baik yang di Sumatera maupun di wilayah lain di Indonesia,” kata dia.

Selain sekolah korban bencana, pemerintah juga membidik sekolah di daerah 3T alias tertinggal, terdepan, dan terluar. Termasuk sekolah yang kondisinya sudah mengenaskan meski bukan berada di wilayah bencana.

“Sekolah-sekolah di daerah 3T dan sekolah yang memang rusak berat, walaupun bukan di daerah bencana, bukan pula karena 3T, tapi yang rusak berat itu kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun 2026,” tutur Mu’ti.

BACA JUGA:Kampus Disuruh Masak MBG, Rektor UII Ngamuk: Jangan Jadikan Kampus EO Dapur Kekuasaan

Masalahnya, rakyat sudah terlalu sering dengar janji renovasi sekolah tiap ganti pemerintahan. Anggaran datang triliunan, tapi murid masih belajar di ruang bocor, meja patah, bahkan kadang nebeng di rumah warga.

Jadi wajar kalau publik sekarang bukan cuma ingin dengar angka besar. Mereka ingin lihat hasilnya. Sebab di negeri ini, bangunan sekolah sering kali lebih cepat rusak dibanding baliho proyeknya dicopot.

Kategori :