POSTINGNEWS.ID --- Kondisi bangunan Little Aresha yang berlokasi di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kini berubah drastis. Bangunan yang sebelumnya tampak bersih meski sudah dipasangi garis polisi, sekarang penuh dengan aksi vandalisme oleh orang tidak dikenal.
Aksi coret-coret ini diduga kuat sebagai buntut kemarahan publik atas insiden penganiayaan bayi dan batita yang dititipkan di tempat tersebut.
BACA JUGA:Jangan Panik! Begini Cara Menemukan Daycare Aman di Tengah Maraknya Kasus Penipuan Penitipan Anak!
Hujatan di Tembok dan Sasaran Kendaraan
Dinding bangunan kini dipenuhi tinta semprot berwarna hitam yang berisi kalimat-kalimat kecaman. Beberapa tulisan yang mencolok antara lain:
"Anak Jadi Korban".
"Tidak Ada Rasa Kemanusiaan".
Berbagai kata hujatan lainnya yang ditujukan kepada pengelola.
Aksi ini tidak hanya menyasar tembok bangunan dan papan pengumuman saja. Pintu hingga dua unit sepeda motor milik pengasuh yang ada di lokasi juga tidak luput dari coretan cat semprot tersebut.
BACA JUGA:Miris! Balita Dianiaya Pemilik 'Daycare' di Depok, Pelaku Terekam CCTV
Kronologi Kejadian Menurut Warga
Seorang warga yang melintas di sekitar lokasi menduga aksi vandalisme ini dilakukan pada Selasa dini hari. Pasalnya, saat warga melintas pada pukul 21:00 WIB, tembok bangunan terpantau masih dalam keadaan bersih. Sebagai informasi tambahan, bangunan yang digunakan Little Aresha ini diketahui berstatus rumah kontrak.
BACA JUGA:Bawa Balita Saat Mudik Lebaran? Simak Tips Agar Tetap Nyaman di Perjalanan
Update Hukum: 13 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka
Pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas terkait kasus penganiayaan di daycare ini. Setelah melakukan penggerebekan dan mengamankan 30 orang, polisi kini telah menetapkan 13 orang tersangka.
Daftar tersangka tersebut meliputi:
Satu ketua yayasan.
Satu kepala sekolah.