“Perlu dipahami pengadaan tersebut bukan dilakukan langsung oleh BGN, melainkan oleh Unhan dalam rangka pelaksanaan pendidikan SPPI,” ujarnya.
BACA JUGA:Rashford OTW Balik ke MU? Barcelona Nyerah Kejar Harga, Michael Carrick Siap Menampung!
Hal serupa juga berlaku untuk pengadaan semir dan sikat sepatu. Meski anggarannya berasal dari BGN, pelaksanaannya dilakukan oleh Universitas Pertahanan melalui mekanisme swakelola.
“Jadi pengadaan ada di Universitas Pertahanan,” kata Dadan saat dihubungi, Jumat, 17 April 2026.
Berdasarkan data pengadaan pemerintah, terdapat belasan paket kontrak terkait semir dan sikat sepatu dengan total nilai sekitar Rp1,57 miliar. Dadan menyebut rincian pengadaan itu antara lain semir sekitar Rp1,25 miliar dan sikat semir sekitar Rp272 juta.
Ia menambahkan, harga per unit semir sekitar Rp41.470 dan sikat semir Rp10.780, yang diperuntukkan bagi lebih dari 30 ribu peserta program.
Di tengah penjelasan tersebut, satu pertanyaan tetap menggantung. Program yang diklaim untuk pemenuhan gizi masyarakat, kenapa justru dipenuhi daftar belanja yang makin melebar ke luar dapur.