Ia juga menyatakan bahwa dirinya tetap terbuka terhadap kemungkinan mediasi sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Namun hingga saat ini, hubungan keduanya tetap berada dalam kondisi yang tidak lagi seperti dulu sebelum konflik tersebut terjadi.
BACA JUGA:Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditutup TNI, Empat Prajurit Jadi Tumbal Dalang Besar Menguap
Selain itu, Clara juga menegaskan bahwa rasa sakit yang dirasakannya bukan hanya tentang pengkhianatan terhadap dirinya sebagai istri, tetapi juga terhadap keluarga yang telah mereka bangun bersama.
Ia menyebut bahwa kepercayaan yang telah hancur menjadi alasan utama mengapa dirinya tidak lagi mampu mempertahankan hubungan tersebut.
Meskipun telah memaafkan secara pribadi, ia mengakui bahwa luka yang ditinggalkan membuat perasaan percaya tidak dapat kembali seperti semula.
Hal inilah yang akhirnya memperkuat keputusan Clara untuk melanjutkan proses perceraian hingga tuntas di pengadilan.