Berang-Berang Bikin Eropa Lebih Adem, Ilmuwan Bongkar Hewan Ini Diam-Diam Sedot Karbon

Senin 06-04-2026,09:58 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Di tengah kekhawatiran krisis iklim yang makin nyata, solusi tak selalu datang dari teknologi mahal atau kebijakan ribet. Penelitian terbaru justru menunjuk satu aktor tak terduga, berang-berang eurasia yang selama ini dianggap biasa saja.

Hewan pengerat bernama latin Castor fiber ini disebut punya peran besar dalam menyerap karbon dan membantu menekan dampak perubahan iklim di Eropa. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications Earth and Environment pada 18 Maret 2026.

Peneliti menemukan, aktivitas berang-berang bukan sekadar membangun bendungan. Mereka secara tidak langsung mengubah sistem sungai dan menciptakan lahan basah yang berfungsi sebagai penyimpan karbon jangka panjang.

Sungai yang mereka ubah justru menjadi pusat penting dalam siklus karbon global, tempat karbon dari daratan diproses sebelum bergerak ke laut dan atmosfer.

“Koridor sungai yang dimodifikasi oleh berang-berang merupakan pusat ekosistem aktivitas biogeokimia. Aktivitas ini menambah durasi waktu tinggal air, sedimentasi, serta ketersediaan cahaya yang mendorong penguburan karbon organik dan emisi rumah kaca,” tulis peneliti dalam jurnal yang dikutip pada Senin, 6 April 2026.

BACA JUGA:Kecoak Jadi Pahlawan Sampah Plastik, Ilmuwan Bongkar Cara Jorok yang Bikin Polistirena Lenyap

Dari situ, efek berantai mulai terlihat. Bendungan alami yang dibuat berang-berang memperlambat aliran air, meningkatkan sedimentasi, dan menciptakan kondisi ideal bagi karbon untuk “terkunci” di dalam tanah.

Hasilnya tak main-main. Lahan basah yang terbentuk bisa menyimpan karbon hingga sepuluh kali lebih besar dibanding wilayah tanpa aktivitas berang-berang.

Dalam periode 13 tahun, ekosistem ini mampu menampung sekitar 1.194 ton karbon. Jika dirata-rata, jumlahnya mencapai 10,1 ton karbon per hektar setiap tahun.

Karbon yang tersimpan ini juga tidak cepat lepas. Peneliti mencatat, simpanan tersebut bisa bertahan selama puluhan tahun, selama struktur bendungan tetap terjaga.

BACA JUGA:Gunung Slamet Memanas, Sinyal Erupsi Kian Kuat Terbaca

Temuan ini sekaligus membalik anggapan lama. Berang-berang yang sering dianggap sekadar hewan liar ternyata bisa menjadi “insinyur alam” yang membantu meredam laju krisis iklim.

Di saat dunia sibuk mencari solusi canggih, berang-berang justru bekerja diam-diam. Tanpa konferensi, tanpa anggaran triliunan, tapi dampaknya nyata.

Kategori :