Beras 2 Kg untuk Rakyat Masih Digodok, Pemerintah Janji Percepat Distribusi

Minggu 05-04-2026,15:15 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Pemerintah mulai menyesuaikan cara jual beras subsidi ke masyarakat. Di tengah tekanan daya beli, kemasan kecil jadi opsi, tapi ternyata belum siap edar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan atau SPHP ukuran 2 kilogram masih dalam tahap desain. Artinya, masyarakat masih harus menunggu sebelum kemasan kecil ini benar-benar beredar luas.

Amran menyebut, saat ini beras SPHP yang sudah berjalan di lapangan masih dalam kemasan 5 kilogram. Sementara ukuran 2 kilogram disiapkan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat yang makin beragam.

“Beras SPHP kemasan 5 kg sudah disalurkan sekarang. Yang beras kemasan lebih kecil 2 kg lagi didesain, itu akan cepat,” kata Amran saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Minggu, 5 April 2026.

BACA JUGA:Rusun di Lahan KAI Digarap Astra, Pemerintah Siapkan Skema Subsidi Baru

Ia memastikan, begitu desain rampung, proses persetujuan tak akan bertele-tele. Bahkan ia mengaku siap langsung meneken pada hari yang sama.

“Segera, ini begitu selesai langsung saya tanda tangan. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan,” ujarnya.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari arahan pemerintah agar kebutuhan masyarakat bisa dijawab lebih cepat dan tepat. Apalagi, permintaan kemasan kecil dinilai datang langsung dari kondisi riil di lapangan, terutama dari kalangan pekerja harian.

“Ya itulah permintaan masyarakat. Karena tidak mungkin permintaan Bulog, tidak mungkin permintaan Bapanas. Kalau rakyat yang butuh, kita bertindak untuk rakyat karena ada buruh harian, macam-macam,” tutur Amran.

BACA JUGA:Dark Web vs Deep Web: Kenali Jaringan Tersembunyi Rahasia dan Inilah yang Terjadi Jika Kamu Menjelajahinya..

Soal harga, pemerintah memastikan tidak ada perbedaan. Beras SPHP ukuran 2 kilogram tetap dibanderol maksimal Rp12.500 per kilogram agar tetap terjangkau.

Di sisi pasokan, Amran mengklaim stok cadangan beras pemerintah dalam kondisi aman untuk menopang program sepanjang tahun ini.

“Yang jelas sekarang bantuan pangan kita sudah salurkan. Yang jelas beras banyak. Kalau ukurannya tinggal diatur,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut distribusi beras SPHP sepanjang 2026 ditargetkan mencapai 828 ribu ton. Program ini dijalankan untuk menjaga harga tetap stabil di pasar.

“Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026 yang mana total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan,” ujar Rizal di Jakarta, 3 April 2026.

Kategori :