Kebiasaan buruk membandingkan ini adalah resep instan menuju kehancuran mental.
Perlahan namun pasti, rasa depresi akan mulai menghampiri dan menguasai pikiranmu.
Kamu juga perlahan menjadi sosok yang lupa cara untuk sekadar bersyukur.
Hidupmu seakan tidak pernah terasa cukup baik di matamu sendiri.
BACA JUGA:Gaji Naik Tapi Selalu Merasa Kurang Uang di Akhir Bulan? Kenali Fenomena Hedonic Treadmill
Pikiranmu terus dijejali standar kesuksesan palsu setiap kali kamu membuka aplikasi.
Hal ini secara medis memicu kecemasan karena kamu selalu merasa tertinggal.
Otakmu merespons ilusi digital ini sebagai sebuah ancaman nyata terhadap eksistensimu.
Akibatnya, stabilitas kesehatan mentalmu terus menurun secara diam-diam tanpa kamu duga.