Lebaran Disuruh Persatuan Lagi, Rakyat Disuruh Rukun Saat Realita Serba Sulit

Minggu 22-03-2026,12:49 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto kembali menggaungkan narasi lama yang tak pernah absen tiap Lebaran. Di tengah berbagai persoalan yang masih mengganjal, masyarakat lagi-lagi diajak mempererat persatuan dan saling memaafkan.

Pesan itu disampaikan dalam ucapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Prabowo membuka dengan salam formal, menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah.

Di balik suasana hari raya yang penuh simbol kehangatan, Prabowo mengingatkan pentingnya kebersamaan sebagai fondasi bangsa. Ia meminta masyarakat menjadikan momen Lebaran sebagai ruang untuk meredakan perbedaan.

“Marilah kita terus memperkuat kebersamaan sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia,” ujar Prabowo dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden, Ahad, 22 Maret 2026.

Ajakan itu terdengar akrab di telinga publik. Setiap tahun, pesan serupa berulang, seolah jadi ritual wajib di tengah kenyataan sosial yang tak selalu sehangat ucapan.

BACA JUGA:Malam Takbiran Diwarnai Pesta Miras, 8 Warga Solo Diciduk Polisi

Prabowo juga mendorong masyarakat untuk tetap bekerja keras dan saling membantu demi mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan kuat. Sebuah harapan yang terdengar ideal, meski di lapangan tak jarang berhadapan dengan realitas ekonomi dan ketimpangan yang belum sepenuhnya terjawab.

Sehari sebelumnya, Sabtu, 21 Maret 2026, Prabowo menjalankan salat Idul Fitri di Aceh Tamiang setelah mengikuti malam takbiran di Medan. Agenda kemudian berlanjut ke Jakarta dengan gelar griya di Istana Kepresidenan yang dibuka untuk masyarakat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari halalbihalal antara Presiden dan rakyat. Istana pun menjadi ruang temu, setidaknya untuk satu hari, antara simbol kekuasaan dan masyarakat.

Di tengah arus tamu yang datang, sejumlah tokoh nasional turut hadir. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono terlihat datang bersama keluarga, disusul Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang hadir bersama Iriana dan anaknya.

Namun ada satu nama yang absen dari pertemuan itu. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tak terlihat dalam acara tersebut.

BACA JUGA:Prabowo Sentil Pemda, Dikasih Dana Tapi Masih Ngemis ke Pusat

Di balik simbol silaturahmi elite yang tampak cair, publik kembali disuguhi pesan klasik tentang persatuan. Pertanyaannya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, apakah persatuan cukup diucapkan, atau memang sedang benar-benar diusahakan.

Kategori :