“Perhitungan kasar WFH bisa menghemat seperlima kira kira 20 persen penggunaan BBM,” kata Purbaya.
Meski begitu, pemerintah tampak berhati-hati. WFH tidak diterapkan penuh karena dianggap bisa mengganggu produktivitas di sejumlah sektor.
Hasilnya, kebijakan ini terlihat seperti kompromi. Di satu sisi ingin menghemat energi, di sisi lain tidak berani menyentuh sektor-sektor utama. Pekerja pun harus bersiap dengan skema baru yang setengah jalan, bekerja dari rumah, tapi hanya sesekali.