JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto terang-terangan menyatakan tidak butuh orang-orang yang berpikiran suram di sekelilingnya. Sikap itu ia sampaikan saat wawancara dengan Bloomberg di Hambalang, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Dalam perbincangan itu, Prabowo sekaligus membuka alasan di balik penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Ia mengaku banyak mendapat rekomendasi soal nama Purbaya sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan.
Namun keputusan itu menguat setelah pertemuan langsung dalam sebuah forum. Prabowo mengingat momen ketika melihat Purbaya memaparkan materi dalam seminar.
“Dia memberikan presentasi. Dan saya berpikir, hey, orang ini tahu apa yang dia bicarakan,” kata Prabowo.
Bagi Prabowo, yang ia cari bukan sekadar teknokrat, tapi sosok dengan energi optimisme. Ia menilai Purbaya punya karakter itu dan dianggap cocok mengisi pos strategis di kabinetnya.
“Dia optimis. Dia bersemangat. Dan saya membutuhkan orang-orang yang optimistis, Anda tahu. Saya tidak membutuhkan orang-orang pesimistis di sekitar saya. Itu bukan sifat saya,” ujarnya.
BACA JUGA:Dari Dipuji Netizen Indonesia, Walkot Muslim New York Kini Tuai Kritik usai Bertemu Komunitas Yahudi
Purbaya sendiri resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025. Sebelumnya, ia menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan.
Setelah beberapa waktu bekerja bersama, Prabowo merasa pilihannya tidak keliru. Ia menilai Purbaya memiliki pemahaman kuat soal ekonomi makro.
“Kemudian ketika saya mencoba bekerja dengannya, saya pikir dia bekerja dengan. Dia memiliki pemahaman yang sangat baik tentang makroekonomi,” kata Prabowo.
Di sisi lain, pernyataan optimisme itu seperti menjadi jawaban atas narasi pesimistis yang beredar di ruang publik. Dalam sidang kabinet sebelumnya, Purbaya juga sempat menepis anggapan ekonomi Indonesia sedang bermasalah.
“Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit, kata ekonom-ekonom di luar itu, Pak. Di TikTok banyak yang ngomong begitu,” ujar Purbaya di Istana Negara.
BACA JUGA:CASN 2026 Disaring Ketat, Negara Lagi Bokek
Pernyataan ini seolah jadi garis tegas dari pemerintah. Di tengah riuh kritik dan keraguan, Prabowo memilih mengelilingi diri dengan orang-orang yang percaya ekonomi Indonesia baik-baik saja.
Pertanyaannya, optimisme ini benar mencerminkan kondisi riil, atau sekadar cara pemerintah menjaga kepercayaan publik di tengah tekanan yang belum sepenuhnya reda.