Profil Bupati Cilacap Syamsul Auliya yang Jadi Tersangka OTT KPK karena Peras THR

Minggu 15-03-2026,11:25 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Penetapan status tersangka dilakukan setelah tim penyidik menangkap Syamsul dalam operasi tangkap tangan di wilayah Cilacap pada Jumat 13 Maret 2026.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan Syamsul diduga menekan sejumlah kepala dinas agar menyetorkan uang tunjangan hari raya yang dimintanya. Para pejabat daerah disebut diancam akan digeser dari jabatannya jika tidak memenuhi permintaan tersebut.

Menurut penyelidikan KPK, Syamsul memerintahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono untuk mengumpulkan uang THR dari berbagai perangkat daerah. Dana tersebut disebut akan digunakan untuk kepentingan pribadi bupati serta sejumlah pihak di Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Kebutuhan dana untuk pihak Forkopimda disebut mencapai sekitar Rp515 juta. Untuk memenuhi target itu, sejumlah organisasi perangkat daerah diminta menyetor uang dengan total target sekitar Rp750 juta.

Dalam kurun waktu 9 hingga 13 Maret 2026, sebanyak 23 perangkat daerah di Kabupaten Cilacap disebut telah menyetor dana sesuai permintaan tersebut. Total dana yang terkumpul dalam operasi itu mencapai sekitar Rp610 juta.

Profil Syamsul

Syamsul Auliya Rachman lahir pada 30 November 1985. Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Cilacap pada 2000 hingga 2003.

Setelah itu ia melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri dengan mengambil program Sarjana Sains Terapan Pemerintahan pada 2004 sampai 2008. Pendidikan lanjutannya ditempuh di Universitas Jenderal Soedirman dengan gelar Magister Sains pada 2010 hingga 2013.

BACA JUGA:Aiman Jelaskan Alasan Undang Abu Janda di Rakyat Bersuara

Ia kemudian melanjutkan studi doktoral di Institut Pemerintahan Dalam Negeri pada periode 2018 sampai 2021.

Karier birokrasi Syamsul dimulai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Pada 2012 ia menjabat sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum di Kecamatan Kedungreja.

Setahun kemudian ia dipercaya menjadi Kepala Subbagian Otonomi Daerah dan Kerja Sama pada Bagian Tata Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Karier politiknya mulai menanjak ketika terpilih sebagai Wakil Bupati Cilacap untuk periode 2017 sampai 2022.

Pada Pemilihan Bupati Cilacap 2024, Syamsul yang merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa maju sebagai calon bupati bersama Ammy Amalia Fatma Surya dari Partai Golkar. Pasangan tersebut berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan 414.533 suara atau sekitar 43,81 persen dari total suara sah.

BACA JUGA:Konsisten Bina 56 SMK, WMS Torehkan Prestasi di FeVoSH 2026

Kategori :