JAKARTA, PostingNews.id — Di tengah dunia yang mulai dipenuhi kabar rudal dan eskalasi militer, Indonesia baru kembali mengingat satu hal yang sering terlupakan. Kesiapsiagaan. Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Agus Subiyanto meminta jajaran Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat bersiap menghadapi kemungkinan dampak konflik global yang terus memanas.
Pesan itu disampaikan Agus saat perayaan hari ulang tahun ke-65 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat di Lapangan Markas Divisi I Kostrad, Depok, Jawa Barat, Jumat, 6 Maret 2026. Dalam acara itu ia menyinggung dinamika global yang semakin keras, diwarnai persaingan antar kekuatan besar dunia.
“Saat ini kita dihadapkan pada dinamika global yang diwarnai dengan rivalitas kekuatan terbesar. Konflik global dan regional terus meningkat serta ancaman perang hibrida,” kata Agus.
Kostrad selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan tempur utama di lingkungan TNI Angkatan Darat. Pasukan ini berfungsi sebagai cadangan strategis sekaligus kekuatan pemukul yang disiapkan menghadapi berbagai kemungkinan operasi militer. Dalam situasi global yang semakin tidak menentu, Agus meminta prajurit Kostrad meningkatkan kesiapan.
BACA JUGA:Muhammadiyah Sebut Prabowo Tak Gegabah Gabung Dewan Perdamaian
Agus mengingatkan bahwa wajah perang telah berubah. Jika dulu konflik identik dengan pertempuran fisik di medan perang, kini bentuknya semakin beragam. Pertempuran tidak hanya berlangsung dengan senjata, tetapi juga lewat ruang siber dan media.
Menurut dia, ancaman semacam ini menuntut perubahan cara pandang dalam membangun sistem pertahanan. Kemampuan konvensional tetap penting, tetapi harus berjalan bersamaan dengan kemampuan menghadapi serangan digital dan informasi.
Karena itu Agus menegaskan pasukan harus selalu berada dalam kondisi siap tempur.
“Menghadapi ancaman multidimensi ini, saya perintahkan bahwa Kostrad harus selalu siap bertempur dan menang dalam setiap spektrum peperangan,” ujarnya.
Ia menilai kemampuan prajurit perlu terus ditingkatkan agar mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman yang bisa muncul dari luar negeri maupun dari bentuk konflik baru yang tidak selalu terlihat secara fisik.
BACA JUGA:Bahlil Yakin Prabowo Bisa Mediasi Iran–AS–Israel, Diplomat Senior Geleng Kepala
Peran Kostrad Sebagai Pasukan Pemukul
Dalam struktur militer Indonesia, Kostrad memiliki posisi penting sebagai kekuatan cadangan strategis. Pasukan ini disiapkan untuk menjadi elemen utama jika negara menghadapi situasi darurat atau konflik bersenjata.
Agus menilai peran tersebut membuat peningkatan kemampuan tempur menjadi keharusan. Selain penguasaan taktik tempur konvensional, prajurit juga diharapkan mampu beradaptasi dengan teknologi dan pola peperangan modern.
“Saya selaku Panglima TNI yakin dan optimis bahwa Kostrad akan terus berdiri tegak sebagai kebanggaan dan seluruh rakyat Indonesia,” kata Agus.