JAKARTA, PostingNews.id – Di tengah memanasnya konflik global yang ikut mengguncang dunia Islam, Presiden Prabowo Subianto memilih membuka ruang percakapan dengan para ulama. Kamis sore, 5 Maret 2026, Istana Kepresidenan Jakarta dipenuhi tokoh agama yang datang menghadiri undangan buka puasa bersama Presiden.
Acara tersebut bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan. Sejumlah tokoh yang hadir memberi sinyal bahwa pertemuan itu juga berpotensi menjadi ruang diskusi tentang isu geopolitik yang sedang memanas, terutama konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Salah satu tokoh yang hadir adalah penceramah senior Dedeh Rosidah yang lebih dikenal publik sebagai Mamah Dedeh. Perempuan berusia 74 tahun itu tiba di kompleks Istana beberapa saat setelah waktu berbuka puasa. Mamah Dedeh terlihat menggunakan kursi roda yang didorong oleh pendampingnya. Ia tidak memberikan keterangan kepada wartawan yang telah menunggu di area Istana.
Selain Mamah Dedeh, hadir pula pendakwah yang kerap muncul di layar televisi, Subki Al Bughury atau yang dikenal sebagai Ustaz Subki. Ia datang bersamaan dengan rombongan penceramah lain yang diundang dalam acara tersebut.
Subki mengatakan dirinya hadir untuk memenuhi undangan buka puasa dari Presiden. Namun ia juga membuka kemungkinan adanya pembahasan mengenai isu global yang sedang menjadi perhatian umat Islam.
BACA JUGA:Senjata Mematikan Arsenal Dikritik Legenda Manchester United, Pep Guardiola Justru Pasang Badan Untuk Sang Rival!
Menurut dia, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah turut berdampak pada masyarakat Indonesia, khususnya jamaah umrah. "Kalau konfliknya sendiri memang saya tidak bicara di bagian itu, yang saya inginkan adalah perdamaian supaya jemaah kita yang masih tertahan bisa pulang dan yang dari sini bisa berangkat," ujarnya.
Kekhawatiran tersebut muncul karena eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur penerbangan dan mobilitas jamaah yang hendak beribadah ke Tanah Suci.
UAS Absen karena Safari Dakwah
Tidak semua tokoh yang diundang hadir dalam acara tersebut. Ustaz Abdul Somad atau UAS misalnya tidak bisa memenuhi undangan Presiden karena sedang menjalani agenda dakwah di luar negeri. Dalam pengumuman yang diunggah melalui akun Instagram resminya disebutkan alasan ketidakhadiran tersebut.
“UAS tidak dapat menghadiri undangan pertemuan presiden dan organisasi masyarakat Islam karena sedang safari dakwah di Brunei Darussalam. Semoga pertemuan tersebut bermanfaat untuk umat dan bangga,” demikian tertulis dalam keterangan tersebut.
Selain para penceramah, sejumlah pimpinan organisasi masyarakat Islam juga tampak datang ke Istana. Di antaranya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, hingga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar. Puluhan tamu undangan lain terlihat memasuki kompleks Istana sejak sore hari.
BACA JUGA:Kampus Turun Suara, UII Minta Indonesia Tinggalkan Dewan Perdamaian Trump
Kehadiran tokoh-tokoh tersebut memperlihatkan bahwa pertemuan ini bukan hanya agenda buka puasa biasa. Pemerintah tampaknya ingin mendengar langsung pandangan para pemimpin umat mengenai situasi global yang sedang berkembang.