Sebelumnya, Bahlil juga menegaskan bahwa stok BBM nasional masih aman meski konflik Timur Tengah terus memanas. Ia menyampaikan hal itu setelah menghadiri rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Senin 2 Maret 2026.
“Masih cukup untuk 20 hari,” kata Bahlil saat itu.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah tetap harus waspada terhadap kemungkinan gangguan distribusi energi global, terutama jika Selat Hormuz benar-benar ditutup lebih lama.
“Karena bagaimana pun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” ujarnya.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur vital pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global. Gangguan di wilayah tersebut bisa langsung berdampak pada rantai pasok energi dunia.
Ketegangan geopolitik itu sudah terasa di pasar komoditas. Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi sejak awal tahun pada perdagangan Selasa 3 Maret 2026.
Data Trading Economics menunjukkan harga minyak Brent sempat menyentuh USD84 per barel atau sekitar Rp1.415.400 per barel. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Januari.
Pada pembukaan perdagangan Rabu 4 Maret 2026, harga Brent masih berada di sekitar USD82 per barel atau sekitar Rp1.381.700 per barel. Sementara minyak jenis WTI naik ke kisaran USD75 per barel atau sekitar Rp1.263.750 per barel. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan distribusi minyak global.(*)