Stok BBM Indonesia Tinggal 20 Hari, Bahlil Akui Storage Nasional Terbatas

Rabu 04-03-2026,17:16 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memancing kekhawatiran soal ketahanan energi Indonesia. Di tengah konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang memicu penutupan Selat Hormuz, pemerintah mengakui cadangan bahan bakar minyak nasional hanya cukup untuk sekitar 20 hari.

Namun pemerintah menilai kondisi itu belum masuk kategori darurat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan stok tersebut justru berada dalam batas standar nasional. Ia menyebut kapasitas cadangan BBM Indonesia memang dirancang untuk kisaran tiga pekan.

“Itu kemampuan kita, jadi standar nasionalnya minimal 20 sampai 21 hari,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu 4 Maret 2026.

Pernyataan itu muncul setelah meningkatnya kekhawatiran publik mengenai dampak perang di Timur Tengah terhadap jalur pasokan energi global. Selat Hormuz merupakan salah satu rute distribusi minyak paling penting di dunia.

BACA JUGA:Indonesia Sudah Hubungi AS dan Iran untuk Jadi Mediator Konflik Timur Tengah

Menurut Bahlil, salah satu penyebab cadangan energi nasional tidak bisa disimpan lebih lama adalah keterbatasan fasilitas penyimpanan. Infrastruktur tangki BBM di Indonesia saat ini hanya mampu menampung pasokan untuk sekitar 25 hari.

“Kenapa kita enggak melakukan persediaan lebih dari 25 hari? karena kalau ada pun kita mau simpan di mana? Storage-nya enggak cukup,” ujar Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Dengan kapasitas tangki yang terbatas, pemerintah selama ini tidak memiliki ruang untuk menimbun cadangan energi dalam jumlah besar. Situasi ini membuat kebijakan energi Indonesia lebih bergantung pada arus pasokan yang berjalan secara rutin.

Target Cadangan Energi 3 Bulan

Pemerintah kini mencoba mengubah kondisi tersebut. Bahlil mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar kapasitas penyimpanan energi nasional diperbesar secara signifikan.

Targetnya, Indonesia dapat menyimpan cadangan BBM hingga tiga bulan ke depan.

BACA JUGA:Rocky Gerung Bela Alumni LPDP Soal Paspor Inggris, Patriotisme Tak Diukur dari Warna Dokumen

“Sekarang ini pemerintah di bawah arahan Bapak Presiden Prabowo, memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage, supaya ketahanan energi kita ada,” ujarnya.

Langkah ini dipandang penting karena Indonesia masih mengandalkan impor bahan bakar minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Penutupan Selat Hormuz Jadi Alarm

Kategori :