Seberapa Besar Kerusakan yang Ditimbulkan Iran ke Basis Militer AS di Timteng?

Selasa 03-03-2026,18:36 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Balasan Iran datang cepat dan terukur. Hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat meluncurkan Operation Epic Fury, Teheran membalas dengan rentetan rudal balistik dan drone ke pangkalan militer AS di Timur Tengah. Enam tentara Amerika tewas. Sejumlah fasilitas strategis rusak. Nilai kerugiannya ditaksir mencapai miliaran dolar.

Pernyataan keras disampaikan petinggi Iran saat serangan dimulai.

“Kami akan membuat para penjahat Zionis dan Amerika yang keji menyesal,” kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dikutip dari RT, Selasa, 3 Maret 2026. “Tentara pemberani dan bangsa besar Iran akan memberikan pelajaran tak terlupakan kepada para penindas tatanan internasional yang menuju neraka.”

Serangan itu bukan simbolik. Beberapa fasilitas pertahanan bernilai tinggi dilaporkan rusak, termasuk sistem radar dan pusat operasi taktis.

Jaringan 19 Basis AS Mengelilingi Iran

Amerika Serikat mengoperasikan 19 pangkalan militer permanen dan sementara di Timur Tengah. Pangkalan terbesar berada di Al Udeid, Qatar, yang menampung sekitar 10.000 personel dan menjadi markas depan Komando Pusat AS atau CENTCOM.

Delapan instalasi permanen AS tersebar di Bahrain, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Hingga pertengahan 2025, antara 40.000 hingga 50.000 tentara AS ditempatkan di kawasan tersebut.

Kehadiran dua kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford di Teluk Persia semakin memperkuat posisi militer AS. Kedua kapal ini membawa lebih dari 10.000 awak dan lebih dari 130 jet tempur.

Militer Iran menyebut seluruh pangkalan itu sebagai “target yang sah”. Hingga kini, fasilitas di enam negara dilaporkan telah terkena rudal atau drone Iran.

Bahrain, Radar USD300 Juta Hancur

Iran menyerang Naval Support Activity di Bahrain dengan rudal balistik dan drone Shahed. Pangkalan ini menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.

Rekaman satelit menunjukkan kerusakan pada sejumlah gudang penyimpanan dan perangkat radar. Dalam sebuah video, drone Shahed terlihat menghantam kubah radar AN TPS 59 dan menghancurkan sistem senilai USD300 juta atau sekitar Rp5,05 triliun. Radar yang dipasang pada 2007 itu sebelumnya digambarkan sebagai satu-satunya radar bergerak dengan cakupan 360 derajat di dunia yang tersertifikasi untuk mendeteksi rudal balistik taktis.

Serangan juga menyasar Manama, termasuk bandara internasional dan hotel yang menampung personel AS. Washington Post melaporkan setidaknya dua tentara Amerika terluka.

Irak dan Yordania Digempur

Pangkalan AS di Bandara Internasional Erbil, Irak, mengalami bombardir berkelanjutan. Drone juga menghantam area dekat konsulat AS. Media Iran mengklaim konsulat hancur, namun Washington belum mengonfirmasi kerusakan tersebut.

Kategori :