"Empat saksi itu rekan yang sempat berkumpul di rumah korban sebelum kejadian," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi, Jumat 27 Februari 2026.
Pemeriksaan terhadap istri korban belum dilakukan karena masih dalam suasana berduka. Polisi berencana meminta keterangan setelah kondisi keluarga memungkinkan.
"Untuk istri korban belum dapat kami periksa karena masih dalam suasana duka. Nah, sebagai tindak lanjut, hari ini kami akan meminta keterangan dari istri korban," sambungnya.
Hingga kini penyidik belum menyampaikan kesimpulan terkait dugaan konflik sebelumnya dan masih mengumpulkan bukti tambahan.
Mengenal Brigade Joxzin
Brigade Joxzin merupakan organisasi masyarakat yang beranggotakan anak-anak muda dan bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Aktivitas mereka meliputi kegiatan keagamaan serta aksi sosial di berbagai wilayah.
Novweni menjelaskan organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah umat muslim, terutama kalangan muda.
"Awal terbentuknya itu dulu dikomandani Heri Prasetyo atau yang dikenal Sotong dan kumpul berikrar mendirikan Brigade Joxzin. Dahulu sudah ada Joxzin Lawas, dan ini rombongan anak mudanya," kata Novweni.
Organisasi itu mulai berkembang sejak era 2000-an di kawasan Prawirotaman, Kota Yogyakarta. Deklarasi awal disebut berlangsung di depan Hotel Matahari.
"Brigade Joxzin berdiri di Prawirotaman dan deklarasinya dulu berlangsung di depan Hotel Matahari, Kota Jogja," ujarnya.
Meski telah lama berdiri, status badan hukum organisasi massa baru diperoleh sekitar satu tahun terakhir. Saat ini jumlah anggota disebut mencapai lebih dari 6.000 orang yang tersebar di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Hingga kini Brigade Joxzin memiliki lebih dari 6.000 orang anggota yang berbasis di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulonprogo," ucapnya.
Organisasi tersebut juga mulai memperluas jaringan ke Jawa Tengah.
"Brigade Joxzin juga baru buka Korwil baru di Purworejo," katanya.
Setiap anggota diwajibkan berikrar untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
"Kami telah berikrar untuk turut berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban di Daerah Istimewa Yogyakarta," ujarnya.
Selain kegiatan internal, organisasi rutin menggelar pengajian dan selawatan yang berpindah antar wilayah koordinator. Kegiatan sosial seperti penggalangan donasi juga menjadi bagian dari aktivitas mereka.