JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Aktris Cinta Laura menilai pendidikan di luar negeri bukan alasan untuk merasa lebih unggul dibanding orang lain. Ia justru melihat pengalaman tersebut sebagai ruang belajar untuk memahami perbedaan dan memperluas cara pandang.
Lulusan Columbia University dengan predikat cumlaude itu mengatakan, kesempatan menempuh pendidikan di kampus luar negeri memang membawa banyak manfaat. Namun, pengalaman tersebut tidak otomatis menjadikan seseorang lebih pintar ataupun lebih baik dibanding mereka yang tidak memperoleh peluang serupa.
"Oke memang sekolah di luar negeri banyak hal positifnya," kata Cinta dalam perbincangan bersama Kemal Palevi, dikutip Senin 23 Februari 2026.
"Tapi itu tidak membuat kita menjadi lebih pintar atau lebih baik daripada orang-orang yang tidak memiliki kesempatan sama," sambungnya.
Menurut dia, gelar akademik dari luar negeri semestinya mendorong seseorang bersikap terbuka, bukan malah merendahkan perspektif orang lain. Pengetahuan yang diperoleh, kata Cinta, seharusnya tidak melahirkan sikap merasa paling benar.
BACA JUGA:Purbaya Sentil Alumni LPDP yang Bangga Anak Berpaspor Inggris
"Knowledge yang kita dapatkan di luar negeri tidak seharusnya membuat kita berpikir 'Oh yang kita tahu itu yang benar, yang kalian tahu itu salah,'" ujar Cinta.
Ia juga menyinggung bahaya pola pikir yang membuat seseorang merasa lebih superior hanya karena latar pendidikan. Sikap seperti itu, menurutnya, justru bertentangan dengan esensi pendidikan itu sendiri.
"Kita jangan sampai memiliki colonizer mindset (pola pikir penjajah), di mana kita berpikir 'oh kita lebih superior, kita lebih elit,' enggak," tegasnya.
Alih-alih merasa lebih tinggi, Cinta mengaku pengalaman belajar di luar negeri membuatnya semakin membumi ketika kembali ke Indonesia. Ia merasa terdorong untuk lebih rendah hati serta memahami realitas sosial secara lebih luas.
"Malahan dengan kembali ke Indonesia, aku belajar untuk merendahkan diri dan juga lebih grounded dan humble," kata Cinta.
BACA JUGA:Purbaya Pastikan Blacklist Alumni LPDP yang Pamer Kewarganegaraan Asing
Perempuan berdarah Jerman itu mengatakan masa studinya justru membuka kesadaran bahwa setiap orang memiliki pengalaman hidup dan sudut pandang yang berbeda. Perbedaan tersebut, menurut dia, menjadi sumber pembelajaran yang berharga.
"Karena yang aku pelajari adalah, wow banyak sekali yang aku bisa pelajari dari orang-orang yang memiliki pengalaman dan cara pandang hidup yang berbeda dari aku," ucapnya.
"How can we combine what I know and what you know to make this country a better place. So I'm so grateful that I came back in 2019 itu," imbuhnya.