Kejadian ini menimpanya setelah timnya menelan kekalahan tipis dari Crystal Palace.
Sang penyerang asal negara Nigeria tersebut merasa sangat kecewa dengan situasi ini.
Ia pun meluapkan keresahannya melalui unggahan di platform media sosial Instagram.
"Masih sulit dipercaya bagi saya bahwa kami bermain di masa di mana orang memiliki begitu banyak kebebasan untuk mengkomunikasikan rasisme semacam itu tanpa konsekuensi apa pun," curhat Arokodare di Instagram pribadi miliknya.
"Orang-orang ini seharusnya tidak memiliki tempat dalam permainan kami dan secara kolektif kami harus mengambil tindakan untuk menghukum semua orang yang mencemari olahraga seperti ini, tidak peduli siapa mereka," sebutnya.
Selain Arokodare ada satu lagi korban yang mengalami penderitaan mental serupa.
Pemain sayap andalan tim Sunderland bernama Romaine Mundle ikut menerima hujatan.
Peristiwa ini terjadi setelah timnya takluk di tangan skuad Fulham.
Bintang muda asal negara Inggris ini dihina melalui pesan di dunia maya.
Manajemen klub langsung mengeluarkan rilis resmi untuk merespons serangan buruk ini.
"Sunderland AFC sangat terkejut dan mengecam keras pelecehan rasial yang keji secara online, yang ditujukan kepada Romaine Mundle setelah pertandingan Premier League hari ini melawan Fulham," sebut klub.
"Perilaku menjijikkan yang ditunjukkan oleh beberapa individu ini tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi oleh Klub dalam keadaan apa pun.