Tanda lain yang sering diabaikan adalah air yang menetes ke lantai, mesin kulkas yang terus menyala tanpa henti, munculnya bau tidak sedap, hingga lonjakan tagihan listrik secara tiba-tiba.
Gejala tersebut menunjukkan sistem pendinginan bekerja tidak optimal atau pengaturan suhu tidak berada pada kisaran yang tepat.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Mengintai Sepekan ke Depan, BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Wilayah Ini
Cara menjaga suhu kulkas tetap stabil
Menjaga kestabilan suhu kulkas dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana. Pemantauan suhu secara rutin menjadi langkah pertama yang penting.
Sebagian kulkas modern telah dilengkapi indikator suhu digital. Jika perangkat tidak memiliki fitur tersebut, penggunaan termometer khusus kulkas dapat membantu memastikan suhu sesuai rekomendasi.
Pada musim panas atau saat suhu ruangan meningkat, pengaturan suhu mungkin perlu diturunkan sedikit karena kulkas bekerja lebih berat dan pintu lebih sering dibuka.
Sisa makanan sebaiknya segera disimpan tanpa menunggu terlalu lama. Untuk mempercepat pendinginan, makanan dalam jumlah besar dianjurkan dibagi ke dalam wadah kecil dan dangkal agar suhu cepat turun merata.
Penataan isi kulkas juga berperan besar terhadap stabilitas suhu. Kulkas yang terlalu penuh dapat menghambat sirkulasi udara dingin. Sebaliknya, kulkas yang terlalu kosong juga sulit mempertahankan suhu stabil.
BACA JUGA:Terbongkar dari ChatGPT, Wanita 21 Tahun Didakwa Pembunuhan Berencana 2 Pria di Seoul
Bahan makanan seperti daging, produk susu, dan sisa makanan sebaiknya ditempatkan di bagian belakang kulkas yang suhunya lebih rendah. Rak pintu lebih cocok digunakan untuk menyimpan minuman atau saus yang tidak mudah rusak.
Saat listrik padam, pintu kulkas dan freezer sebaiknya tidak sering dibuka. Dalam kondisi tertutup rapat, kulkas masih mampu menjaga makanan tetap aman selama sekitar empat jam.
Sebagai langkah antisipasi, beberapa kantong air beku dapat disimpan di freezer. Saat listrik mati, es tersebut bisa dipindahkan ke ruang kulkas untuk membantu mempertahankan suhu dingin lebih lama.
Pengaturan suhu yang tepat pada akhirnya bukan sekadar soal kenyamanan penyimpanan makanan. Kebiasaan sederhana ini berperan penting dalam menjaga keamanan pangan, memperpanjang usia pakai peralatan, sekaligus menekan penggunaan listrik rumah tangga.