“Kemitraan dengan global fund managers merupakan pilar utama dalam pendekatan investasi jangka panjang Danantara Indonesia,” kata Pandu.
“Melalui penyaluran modal yang terarah, kami menargetkan pembangunan portofolio berkelas dunia sekaligus membuka peluang co-investment, transfer pengetahuan, serta penguatan kapasitas institusional,” lanjut Pandu.
BACA JUGA:Kapal Induk Terbesar Dunia Menuju Timur Tengah, Trump Buka Opsi Serangan ke Iran
Ia menjelaskan bahwa prioritas investasi difokuskan pada sektor bernilai tambah tinggi. Sektor tersebut meliputi energi, infrastruktur, properti, asuransi, private equity, media dan hiburan, serta infrastruktur digital.
Bidang-bidang itu dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang sekaligus peran strategis dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia.
Penempatan modal dilakukan melalui strategi alokasi aset aktif yang dijalankan bersama manajer investasi global dan berbagai platform investasi.
Skema tersebut mencakup partisipasi dalam beragam kendaraan investasi maupun perusahaan portofolio di sektor terkait sebagai bagian dari pembentukan portofolio institusional yang terdiversifikasi dan berkelanjutan.
“Tujuan kami adalah menghasilkan imbal hasil jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memastikan Indonesia memperoleh manfaat dari integrasi yang lebih dalam ke ekosistem investasi global,” ujar Pandu.
Ia menegaskan Danantara berkomitmen membangun ekosistem investasi yang kredibel, transparan, dan berorientasi jangka panjang. Upaya itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat aliansi dengan mitra institusional global guna mendukung transformasi ekonomi nasional.
“Melalui kemitraan dengan platform yang telah mapan, kami memperoleh akses pada teknologi, keahlian sektoral, dan jaringan internasional yang mendukung kinerja portofolio serta penciptaan nilai ekonomi jangka panjang,” tegas Dia.