Prabowo Temui Raksasa Investasi Dunia, Sasar Kemitraan Modal Jangka Panjang

Sabtu 21-02-2026,16:53 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar Presidential Forum on Strategic Capital and Partnership di Washington, D.C. Forum ini mempertemukan pimpinan senior dari berbagai lembaga investasi Amerika Serikat.

Agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis di bidang permodalan sekaligus membuka peluang kerja sama investasi jangka panjang dengan Indonesia.

Melalui pertemuan itu, pemerintah menegaskan komitmen menjaga iklim investasi yang stabil dan tepercaya. Stabilitas tersebut dipandang penting untuk menopang kemitraan permodalan yang berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Forum ini difasilitasi oleh Danantara Indonesia. Sejumlah eksekutif tingkat puncak dari sekitar dua belas institusi investasi global hadir dalam agenda tersebut. Secara kolektif, lembaga-lembaga itu mengelola aset lebih dari 16 triliun dollar AS yang tersebar di berbagai kelas investasi.

Bidang investasi yang dibahas mencakup properti, media dan hiburan, energi, infrastruktur, asuransi, private equity, hingga infrastruktur digital. Kehadiran investor lintas sektor itu menunjukkan besarnya minat terhadap peluang ekonomi Indonesia yang dinilai terus berkembang.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Mengintai Sepekan ke Depan, BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Wilayah Ini

Beberapa institusi yang ikut berpartisipasi antara lain Global Infrastructure Partners, KKR, General Atlantic, Warburg Pincus, Related Companies & Fund Management, Oaktree, Kayne Anderson, Eldridge Industries, serta sejumlah investor global lain di sektor private markets dan real assets.

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Danantara Indonesia untuk memperkuat arah strategi penyaluran investasi global. Agenda ini juga ditujukan mendukung pengembangan portofolio jangka panjang sekaligus penerapan tata kelola aset yang mengacu pada standar institusional internasional.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan forum ini mencerminkan keseriusan Indonesia dalam membangun kemitraan jangka panjang dengan investor institusional global.

“Indonesia memasuki fase penting transformasi ekonomi yang membutuhkan kemitraan strategis, bukan sekadar arus masuk modal,” kata Rosan dalam keterangan resmi, Sabtu 21 Februari 2026.

“Melalui Danantara, kami memposisikan Indonesia sebagai mitra institusional yang kredibel, mampu melakukan co-investment, berkolaborasi, dan menciptakan nilai jangka panjang yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional,” lanjut Rosan.

BACA JUGA:Dua Periode Prabowo Mengemuka, Surya Paloh Sebut NasDem Sedang Menimbang

Menurut dia, strategi penyaluran investasi Danantara Indonesia diarahkan pada penguatan eksposur global melalui kemitraan dengan manajer dana internasional. Langkah tersebut ditujukan untuk membangun portofolio yang tangguh dan terdiversifikasi, sejalan dengan agenda transformasi ekonomi nasional.

“Pendekatan ini memungkinkan Indonesia memperluas akses ke jaringan investasi global, teknologi, serta keahlian manajerial, sekaligus memastikan setiap alokasi investasi mendukung sektor prioritas, pengembangan industri, dan penciptaan nilai di dalam negeri,” ungkap dia.

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menilai kolaborasi dengan pengelola dana global menjadi landasan utama strategi investasi jangka panjang lembaganya.

Kategori :