Praktik perjudian serta peredaran dan penggunaan narkoba dilarang keras. Pelaku usaha diminta menjaga suasana tetap kondusif dan memastikan karyawan mengenakan pakaian sopan selama bertugas. Pelanggaran terhadap aturan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
BACA JUGA:Dulu Dipuji dan Dibela, Wardatina Mawa Mendadak Tuai Kritik Gegara Penampilannya
Ribuan Personel Satpol PP Disiagakan
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pemerintah daerah menyiagakan sekitar 1.900 personel Satuan Polisi Pamong Praja setiap hari selama Ramadan. Petugas melakukan patroli rutin pada siang dan malam hari.
Pengawasan dilakukan bersama unsur TNI dan Polri melalui koordinasi tiga pilar di tingkat kecamatan guna menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Jam Kerja ASN Disesuaikan
Penyesuaian juga dilakukan terhadap jam kerja Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan jam kerja ASN selama Ramadan mengalami perubahan dibanding hari biasa.
Pada Senin hingga Kamis, jam kerja berlangsung pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dengan durasi tujuh jam. Sementara pada Jumat, ASN bekerja pukul 08.00 sampai 16.30 WIB atau selama delapan setengah jam. Waktu masuk kerja ini lebih siang sekitar 30 menit dibanding jadwal normal yang biasanya dimulai pukul 07.30 WIB.
Penataan Kota dan Agenda Keagamaan
Di luar kebijakan pembatasan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah agenda untuk menyemarakkan Ramadan. Ornamen bernuansa Islam akan dipasang di berbagai sudut kota sebagai bagian dari penataan ruang publik selama bulan suci.
BACA JUGA:Khamenei Tantang Trump, Iran Tegaskan AS Tak Akan Pernah Bisa Hancurkan Republik Islam
Sejumlah kegiatan keagamaan dan budaya turut disiapkan, antara lain Festival Bandeng Rawa Belong, usulan penyelenggaraan haul ulama Betawi di kawasan Monas, serta Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat provinsi dengan pendekatan yang lebih inklusif.
Pemerintah berharap rangkaian kebijakan tersebut mampu menciptakan suasana Ramadan yang tertib, aman, serta menjunjung toleransi di tengah kehidupan masyarakat Jakarta yang beragam.