Pigai Bantah Pemerintah Terlibat Teror Ketua BEM UGM, Polisi Diminta Usut Pelaku

Selasa 17-02-2026,18:34 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Isu teror terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UGM Yogyakarta Tiyo Ardianto menyeret nama pemerintah. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memastikan negara tidak berada di balik intimidasi tersebut. Ia menilai tudingan yang mengaitkan pemerintah dengan ancaman itu sebagai upaya menggiring opini.

Pigai mengatakan narasi yang menyebut pemerintah menekan aktivis, oposisi, atau mahasiswa tidak sesuai dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya terbuka terhadap kritik. Ia menekankan pendekatan represif bukan jalan yang ditempuh pemerintah.

“Itu menggiring opini seakan-akan pemerintah menekan oposisi, aktivis, atau mahasiswa. Tidak begitu. Apalagi lewat WhatsApp,” kata Natalius pada Selasa, 17 Februari 2026.

Mantan anggota Komnas HAM itu menyebut Presiden telah memberi garis tegas agar hukum tidak dipakai sebagai alat menekan kritik. Pemerintah, menurut dia, memandang kritik sebagai bagian dari mekanisme koreksi dalam demokrasi.

BACA JUGA:Pramono Anung Larang Sweeping Rumah Makan, Warga Jakarta Pilih Toleransi

“Kalau presiden sudah menyatakan sikap, kami taat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ada pihak yang dipenjara karena menyampaikan kritik. Penegakan hukum, kata dia, hanya dilakukan bila ada unsur pidana.

“Kalau karena perbuatan kriminal, itu berbeda,” kata Pigai.

Teror Usai Kritik Kasus Siswa Bunuh Diri

Teror terhadap Tiyo muncul beberapa hari setelah BEM mengkritik pemerintah terkait kasus bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Kritik itu menyoroti kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak, terutama akses terhadap pendidikan.

Empat hari setelah kritik tersebut, Tiyo menerima pesan WhatsApp bernada ancaman penculikan dari nomor dengan kode negara Inggris. Selain ancaman, pengirim juga menudingnya sebagai agen asing dan menuduh mencari panggung.

“Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan yang diterima Tiyo.

BACA JUGA:18 Tahun Terjebak Kekerasan di Lombok, Perempuan Malaysia Akhirnya Pulang ke Tanah Air

Tempo mencoba menelusuri nomor tersebut melalui aplikasi Getcontact. Namun identitas pemilik nomor tidak ditemukan.

Tiyo juga mengaku sempat dikuntit dua orang saat berada di sebuah kedai. Peristiwa itu terjadi sehari setelah pesan ancaman masuk.

Kategori :