JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Seorang pelajar SMP berinisial ZAAQ (14) ditemukan tewas di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat malam, 13 Februari 2026. Korban merupakan siswa SMPN 26 Bandung. Polisi kemudian menangkap dua remaja yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Dua tersangka berinisial YA (16) dan AP (17) diamankan Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi di rumah mereka di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Minggu dini hari, 15 Februari 2026. Sebelum ditangkap, keduanya sempat melarikan diri hingga ke Tasikmalaya.
Penyelidikan sementara mengungkap motif pembunuhan dipicu persoalan pribadi antara korban dan pelaku utama. Polisi menyebut YA menyimpan dendam setelah korban memutus hubungan pertemanan yang telah terjalin cukup lama.
"Tersangka ini mengaku sakit hati terhadap korban, dimana korban memberikan pernyataan sikap yaitu memutus hubungan pertemanan mereka," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat ditemui, Minggu 15 Februari 2026.
Menurut polisi, hubungan keduanya telah berlangsung sekitar tiga tahun. Setelah mengetahui sikap korban yang ingin mengakhiri pertemanan, YA mendatangi Bandung untuk meminta penjelasan secara langsung.
BACA JUGA:Mantan Kades di Bogor Ditusuk Pedagang Cilok Usai Salat Jumat, Polisi Beberkan Kronologinya
"Dalam keadaan sakit itu, pelaku berangkat ke Bandung menyusul korban, tapi memang dengan niat memang membunuh korban. Dia diantar oleh saudaranya AP, mereka berangkat hari Senin," kata Niko.
Polisi menjelaskan kedekatan korban dan pelaku sebelumnya menyerupai hubungan kakak dan adik. Relasi pertemanan mereka juga telah diketahui keluarga korban. Keduanya pernah tinggal dan bersekolah di Garut sebelum korban pindah ke Bandung.
"Dulu di garut, mereka sempat berselisih lalu korban pindah ke Bandung. Tapi meskipun di Bandung, mereka (korban dan pelaku) rutin bertemu. Tapi pelaku tidak terima karena hubungan pertemanan mereka diputus begitu saja oleh korban. Jadi hubungannya kakak adik lah ya," kata Niko.
Meski telah mengungkap motif awal, polisi menyatakan penyidikan masih terus berlangsung. Aparat juga mempertimbangkan kondisi keluarga korban yang masih berduka dalam proses pendalaman kasus.
"Secara lengkapnya nanti kami akan dalami lebih lanjut, dengan beberapa batasan kita menghargai kondisi keluarga korban yang masih berduka. Intinya bahwa korban itu memberikan pernyataan menghentikan pertemanan sehingga pelaku dendam dan menghabisi korban di Bandung," ujar Niko.