Hallenbeck menegaskan bahwa kondisi ini bukan koma seperti yang sering dibayangkan keluarga atau tenaga medis. Kesadarannya berbeda.
"Kesan saya adalah ini bukan koma, keadaan tidak sadar, seperti yang dipikirkan banyak keluarga dan dokter. Tetapi, sesuatu seperti keadaan mimpi," ujarnya.
BACA JUGA:Ribuan Pasien Penyakit Berat Kehilangan BPJS PBI, Terbanyak Ada di Palembang
Ia menggambarkan fase akhir kehidupan itu dengan analogi alam. Menurut Hallenbeck, momen tersebut menyerupai badai. Gelombang naik perlahan, lalu semakin tinggi.
"Dan akhirnya, mereka membawa orang itu ke laut," katanya.
Bagi dunia medis, penjelasan ini belum menutup seluruh misteri kematian. Namun, gambaran tentang fase terakhir kehidupan memberi pemahaman baru.
Bahwa ajal bukan hanya soal berhentinya detak jantung, tetapi juga proses biologis yang kompleks dan bertahap.