JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Proses menuju kematian masih menyimpan banyak teka-teki bagi dunia medis. Namun, sejumlah temuan mulai memberi gambaran tentang apa yang terjadi pada tubuh manusia menjelang akhir hayat.
Pada banyak kasus, kematian tidak datang seketika. Ada fase penurunan kondisi yang cepat dalam hitungan hari terakhir. Para ahli menyebutnya sebagai fase kematian aktif. Tubuh melemah tajam. Respons fisik dan mental berubah berurutan.
Ahli perawatan paliatif dari Stanford University, James Hallenbeck, menjelaskan bahwa orang yang mendekati kematian biasanya kehilangan indra dan nafsu makan secara bertahap.
"Pertama rasa lapar dan kemudian haus hilang. Selanjutnya, bicara mulai hilang diikuti oleh penglihatan," ujar Hallenbeck.
"Indra terakhir yang hilang biasanya pendengaran dan sentuhan," sambungnya.
BACA JUGA:Investasi Rp 188 Triliun Masuk Singapura, 15.700 Lapangan Kerja Dibuka
Urutan ini kerap terjadi tanpa disadari keluarga. Pasien tampak makin tenang. Respons terhadap lingkungan sekitar berkurang. Tubuh seolah mulai menarik diri dari dunia luar.
Di sisi lain, ada keyakinan yang cukup luas tentang pengalaman melihat cahaya terang menjelang kematian. Fenomena ini juga dikaji dari sudut pandang neurologi.
Direktur Pusat Penelitian Cedera Otak di University of California, Los Angeles, David Hovda, menjelaskan bahwa otak bekerja dengan cara bertahan hidup.
"Saat otak mulai berubah dan mulai mati, bagian-bagian yang berbeda menjadi terangsang, dan salah satu bagian yang menjadi terangsang adalah sistem visual. Dan di situlah orang mulai melihat cahaya," katanya.
Menurut Hovda, otak mengorbankan area yang dianggap kurang vital. Energi dialihkan untuk fungsi tertentu. Aktivasi sistem visual menjadi salah satu dampaknya. Sensasi cahaya itu muncul bukan sebagai hal mistis, melainkan reaksi biologis.
BACA JUGA:Istana Pasang Syarat Ketat Cari Bos Baru OJK
Temuan ini sejalan dengan pemahaman para peneliti tentang respons otak terhadap kematian. Mereka mengetahui bahwa neuron tidak langsung berhenti bekerja saat seseorang meninggal. Aktivitas listrik masih tersisa.
Dalam kondisi tersebut, neuron justru memproduksi zat kimia baru dalam jumlah besar. Lonjakan ini diyakini berperan dalam berbagai sensasi menjelang kematian. Termasuk pengalaman visual dan perasaan seperti berada di luar kesadaran biasa.
Pada jam-jam terakhir, perubahan fisik semakin nyata. Pasien berhenti makan dan minum. Penglihatan memudar. Kelopak mata menutup perlahan, menyerupai orang tertidur.