Tanda lain yang perlu kamu waspadai adalah hilangnya minat pada hal-hal yang dulu kamu sukai.
Rasa malas biasanya spesifik pada tugas-tugas tertentu yang kamu anggap membosankan atau sulit.
Sebaliknya, burnout membuatmu merasa tumpul dan tidak antusias pada hobi atau pekerjaan impianmu.
Kamu mungkin mulai merasa sinis atau berjarak secara emosional dari lingkungan sekitarmu.
Perhatikan juga bagaimana "suara" di dalam kepalamu merespons ketidakmampuanmu untuk produktif.
Orang yang malas sering kali merasa santai dan tidak terlalu terbebani saat menunda pekerjaan.
Tapi jika kamu mengalami burnout, ketidakproduktifan itu justru memicu rasa cemas dan bersalah yang hebat.
Kamu ingin sekali bekerja, tetapi tubuh dan pikiranmu seolah mogok total.
Kondisi fisikmu juga sering kali ikut berbicara jujur saat mentalmu sudah mencapai batasnya.
Kamu mungkin mulai sering sakit kepala, mengalami gangguan pencernaan, atau perubahan nafsu makan yang drastis.
Ini adalah cara tubuh memberitahu bahwa stres yang kamu alami sudah bermanifestasi secara fisik.
Mengabaikan tanda-tanda fisik ini hanya akan memperparah kondisi kesehatanmu di masa depan.
BACA JUGA:Panik Tiba-Tiba Stres Melanda? Tenang, Reset Otakmu dalam 30 Detik dengan Cara 'Physiological Sigh'
Jika kamu merasa tanda-tanda tersebut sangat mirip dengan kondisimu saat ini, berhentilah menyalahkan diri sendiri.