JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Program Makan Bergizi Gratis atau sering disingkat MBG dipastikan tidak berhenti begitu saja selama bulan suci Ramadan tahun ini.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan empat skema khusus penyaluran MBG agar tetap efektif, tanpa mengganggu ibadah puasa.
Rencana penyesuaian ini dibuat demi memastikan semua kelompok masyarakat tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup selama bulan Ramadan.
BACA JUGA:Modus Perbaiki Saluran Air, 2Pemuda Perkosa Konten Kreator di Mesuji
BGN menyatakan bahwa program MBG akan terus dijalankan selama Ramadan meskipun jadwal dan bentuk penyaluran mengalami beberapa penyesuaian guna mengikuti ritme pelaksanaan ibadah puasanya masyarakat.
Menurut Kepala BGN, Dadan Hindayana, langkah ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi peserta didik di sekolah yang mayoritas menjalankan ibadah puasa, serta kelompok rentan di luar sekolah yang tetap membutuhkan gizi teratur sepanjang hari.
Penyesuaian utama meliputi waktu konsumsi makanan, bentuk paket yang dibagikan, serta layanan di tempat yang berbeda seperti sekolah, pesantren, dan fasilitas kesehatan.
Dengan demikian, MBG tetap hadir setiap hari, namun disesuaikan secara teknis agar tidak mengganggu kelancaran ibadah puasa para penerima manfaat.
BACA JUGA:Yeay! Tunggakan BPJS Kesehatan Kelas 3 Akan Dihapus Lewat Perpres
Salah satu skema yang disiapkan BGN adalah pemberian paket makanan yang bisa dibawa pulang oleh siswa yang berpuasa, sehingga mereka tetap bisa menerima makanan bergizi untuk disantap saat waktu berbuka puasa di rumah.
Dalam skema ini, makanan yang disiapkan diperkaya dengan nutrisi dan dirancang lebih tahan lama sehingga tidak mudah rusak atau basi jika disimpan beberapa jam sebelum dikonsumsi.
Dengan cara ini, anak sekolah tetap memperoleh asupan gizi yang cukup meskipun mereka tidak makan di sekolah seperti biasanya saat tengah hari.
Selain itu, BGN juga menetapkan skema berbeda untuk wilayah yang mayoritas tidak menjalankan puasa, di mana distribusi makanan bergizi akan tetap dilakukan secara normal.
BACA JUGA:Polemik Harta Warisan Mpok Alpa Akhirnya Diputus, Nama Anak Pertama Jadi Sorotan
Hal ini dilakukan agar layanan MBG tetap berjalan optimal tanpa memaksakan aturan yang tidak sesuai dengan kondisi setempat, sehingga anak sekolah maupun penerima lainnya di wilayah tersebut tetap mendapat gizi harian yang memadai.