Pengakuan Anak Buah Nadiem Merasa Tertekan Urus Proyek Chromebook hingga Jatuh Sakit

Senin 09-02-2026,22:36 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Mantan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Sekolah Dasar di Kemendikbudristek, Bambang Hadi Waluyo, mengaku kesehatannya memburuk saat menangani proyek pengadaan Chromebook. Ia menyebut kadar gula darahnya sempat melonjak hingga membuat tubuhnya limbung.

Pengakuan itu disampaikan Bambang ketika memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin 09 Februari 2026.

Ia dihadirkan jaksa untuk memberikan kesaksian dalam perkara yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim.

Bambang menjabat sebagai PPK Direktorat SD sejak Februari 2020. Namun, baru empat bulan menjalankan tugas, ia memilih mundur. Keputusan itu diambil setelah ia merasa ada kejanggalan dalam proyek pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Di hadapan majelis hakim, jaksa menanyakan alasan pengunduran dirinya dari jabatan strategis itu.

BACA JUGA:Undangan Dewan Perdamaian Datang, Prabowo Belum Pastikan Terbang ke Amerika

"Kenapa Saudara mundur jadi PPK (Direktorat SD)?" tanya jaksa.

"Jadi, awal saya punya feeling, kalau ini pengadaan, yang sebelum-sebelumnya Windows, tapi ini dengan era Pak Nadiem ini, Chromebook. Pengadaan yang berubah itu, ini feeling saya, ini kan akan memubazirkan, ini feeling saya, ini yang pengadaan-pengadaan sebelumnya itu menjadi tidak, tidak ada apa ya, tidak maksimal gitu lah," jawab Bambang.

Jaksa kemudian membacakan kutipan dari Berita Acara Pemeriksaan. Dalam dokumen pemeriksaan tersebut, Bambang menyebut tekanan yang ia alami selama mengurus proyek Chromebook sampai berdampak pada kondisi fisiknya.

"Saya hanya tes cek aja. Gula darah saya tinggi, saya sempoyongan," kata Bambang.

"Nggak sempat (dirawat) rumah sakit?" tanya jaksa.

BACA JUGA:Kepercayaan Publik ke DPR Paling Rendah, TNI dan Presiden Prabowo Tertinggi

"Nggak," jawab Bambang.

Jaksa lantas mendalami penyebab tekanan yang dialami saksi. Bambang mengatakan beban pengadaan proyek tersebut sangat besar. Selain itu, ia menyoroti perubahan kebijakan pengadaan yang sebelumnya menggunakan sistem operasi Windows, lalu dialihkan ke Chromebook.

"Sampai akhirnya Saudara sakit, tekanan psikis. Pertanyaan saya pertegas, apakah ini pikiran Saudara tadi dalam hati Saudara sampaikan, kekhawatiran Saudara pengadaan TIK ini, spesifikasi teknisnya sudah diarahkan sebagaimana review kajian teknis itu?" tanya jaksa.

Kategori :