Pernyataan ini disampaikan untuk menepis anggapan bahwa TNI secara kelembagaan masuk terlalu jauh ke wilayah sipil yang bukan menjadi tugas pokoknya.
TNI Tetap Lembaga Paling Dipercaya
Di sisi lain, Indikator Politik Indonesia tetap menempatkan TNI sebagai lembaga negara dengan tingkat kepercayaan tertinggi dibanding institusi lainnya. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebut, dari total 93 persen tingkat kepercayaan itu, 15 persen publik menyatakan sangat percaya dan 78 persen cukup percaya terhadap kinerja TNI.
Walaupun posisinya masih di puncak, Burhanuddin mengakui ada tren penurunan dibandingkan survei sebelumnya yang berada di atas 95 persen.
BACA JUGA:Prabowo: Tugas Utama Presiden Melindungi Rakyat dan Kekayaan Indonesia
Menurut dia, penyebab utama turunnya angka kepercayaan itu adalah semakin meluasnya peran militer ke sektor-sektor di luar urusan pertahanan.
“Sudah ada indikasi TNI masuk ke MBG, masuk ke Koperasi Merah Putih, dan seterusnya,” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Ahad, 8 Februari 2026.
Burhanuddin mengingatkan bahwa perluasan peran TNI di luar bidang pertahanan justru berpotensi membawa risiko bagi citra institusi. Keterlibatan di sektor sipil, kata dia, bisa membuat interaksi antara militer dan masyarakat menjadi lebih intens, dan hal itu rawan menimbulkan gesekan.
Ia menilai, semakin sering TNI masuk ke urusan publik sehari-hari, semakin besar pula peluang munculnya kritik dan penilaian negatif.