Ia menilai kondisi tersebut menjadi ciri khas Indonesia. Ketika pergerakan masyarakat meningkat pada masa liburan, belanja rumah tangga ikut terdongkrak dan aktivitas ekonomi menguat.
“Indonesia memang salah satu anomali. Saat liburan mobilitas tinggi, spending-nya juga tinggi dan ekonominya bergerak. Indeks keyakinan konsumen naik, penjualan elektronik juga meningkat,” pungkas Airlangga.